UE dan sekutu NATO bersatu dukung Greenland di tengah meningkatnya ketegangan di Arktika

Seorang personel keamanan sedang bertugas di 'venue' Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) di Den Haag, Belanda, pada 24 Juni 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Denmark sedang meningkatkan kehadiran militernya di dalam dan sekitar Greenland, serta bekerja sama secara erat dengan para sekutu NATO.
Oslo, Norwegia (Xinhua/Indonesia Window) – Uni Eropa (UE) dan para sekutu NATO meningkatkan dukungan politik dan militer untuk Greenland, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan kawasan Arktika itu menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini mengenai pulau yang memiliki nilai strategis tersebut.
Kementerian Pertahanan Denmark pada Rabu (14/1) mengonfirmasi bahwa Denmark sedang meningkatkan kehadiran militernya di dalam dan sekitar Greenland, serta bekerja sama secara erat dengan para sekutu NATO. Menurut sebuah rilis pers, peningkatan kehadiran yang dimulai pada Rabu tersebut mencakup penambahan kapabilitas, termasuk kapal, pesawat terbang, dan tentara. Pengumuman ini disampaikan menjelang pertemuan antara Denmark, Greenland, dan AS yang diadakan di Washington.
"Tujuannya adalah untuk melatih kemampuan beroperasi dalam kondisi unik Arktika dan memperkuat jejak aliansi di Arktika, yang bermanfaat bagi keamanan Eropa dan trans-Atlantik," ungkap kementerian tersebut. Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen menyebut langkah itu sebagai "respons jelas terhadap tantangan yang dihadapi kawasan Arktika" dan mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk membangun "kehadiran militer yang lebih permanen dan lebih besar" bagi Denmark serta para sekutu NATO-nya di dalam maupun di sekitar Greenland.
Langkah Denmark tersebut disertai dengan dukungan konkret dari para sekutu NATO. Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson pada Rabu mengatakan bahwa Swedia telah mengerahkan personel militer ke Greenland atas permintaan Denmark, seraya mencatat bahwa pengerahan itu berkaitan dengan persiapan untuk "Arctic Endurance", sebuah operasi yang direncanakan oleh Denmark. Angkatan Bersenjata Swedia mengonfirmasi bahwa personel Swedia termasuk di antara kontingen awal yang tiba di pulau itu.
Norwegia juga turut menyumbangkan personel. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Rabu bersama menteri pertahanan Denmark, Menteri Pertahanan Norwegia Tore Sandvik mengatakan bahwa Norwegia mengirimkan dua staf militer ke Greenland untuk "memetakan kerja sama lebih lanjut di antarsekutu." Dia menambahkan bahwa ada dialog yang sedang berlangsung di dalam NATO mengenai cara memperkuat keamanan di kawasan Arktika, termasuk di dalam dan di sekitar Greenland.
Selain pengerahan militer secara langsung, dukungan politik telah disuarakan baik di tingkat nasional maupun Uni Eropa (UE). Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper pada Rabu menyerukan kepada NATO untuk "meningkatkan kehadiran militer dan keamanannya di Arktika", dengan menggambarkan kawasan itu sebagai "garis depan persaingan geopolitik."
Jajaran pemimpin kelompok politik Parlemen Eropa pada Rabu mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengecam pernyataan pemerintahan Trump terkait Greenland sebagai tantangan "terang-terangan" terhadap hukum internasional dan kedaulatan Denmark, salah satu anggota NATO. Mereka mendesak lembaga-lembaga UE untuk merumuskan dukungan yang "konkret dan nyata" bagi Denmark dan Greenland, serta menekankan bahwa keputusan terkait Greenland sepenuhnya menjadi hak Denmark dan Greenland. "Upaya-upaya eksternal untuk mengubah status quo tidak dapat diterima," kata para pemimpin tersebut.
Greenland merupakan wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri di dalam Kerajaan Denmark, dengan Kopenhagen yang memegang kendali atas urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri. AS memiliki pangkalan militer di pulau itu. Sejak kembali menjabat pada 2025, Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk "mendapatkan" Greenland dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Kunjungan menteri Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa picu kekhawatiran internasional
Indonesia
•
06 Aug 2025

China desak Filipina hentikan pelanggaran dan provokasi maritim
Indonesia
•
08 Mar 2024

Kemenlu China: AS masukkan entitas China ke daftar hitam untuk rusak kemakmuran dan stabilitas Xinjiang
Indonesia
•
03 Aug 2023

Swedia kantongi bukti pendukung dugaan sabotase Nord Stream
Indonesia
•
07 Oct 2022
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
