
Ilmuwan China identifikasi evolusi virus flu burung H5N1

Ilustrasi. Virus H5N1 bertanggung jawab atas hilangnya lebih dari 70 juta unggas domestik di Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Utara sejak Oktober 2020. (iStock by Getty Images)
Ilustrasi. WHO menyarankan agar para pelancong yang pergi ke negara-negara dengan wabah influenza hewan yang diketahui, harus menghindari peternakan, kontak dengan hewan di pasar hewan hidup, memasuki area di mana hewan dapat disembelih, atau kontak dengan permukaan yang tampaknya terkontaminasi dengan kotoran hewan. (Artem Beliaikin on Unsplash)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China luncurkan LLM multimoda pertama di dunia di bidang ilmu geografi
Indonesia
•
21 Sep 2024

Alat pencitraan berbasis AI mampu deteksi lesi otak penyebab epilepsi pada anak
Indonesia
•
02 Oct 2025

Jumlah karang di Great Barrier Reef Australia turun drastis di tengah meningkatnya tekanan iklim
Indonesia
•
07 Aug 2025

Spanyol bersiap hadapi kekeringan musim semi dan gelombang panas musim panas
Indonesia
•
25 Mar 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
