
Ilmuwan China identifikasi evolusi virus flu burung H5N1

Ilustrasi. Virus H5N1 bertanggung jawab atas hilangnya lebih dari 70 juta unggas domestik di Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Utara sejak Oktober 2020. (iStock by Getty Images)
Ilustrasi. WHO menyarankan agar para pelancong yang pergi ke negara-negara dengan wabah influenza hewan yang diketahui, harus menghindari peternakan, kontak dengan hewan di pasar hewan hidup, memasuki area di mana hewan dapat disembelih, atau kontak dengan permukaan yang tampaknya terkontaminasi dengan kotoran hewan. (Artem Beliaikin on Unsplash)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China bangun jaringan cip distribusi kunci kuantum dengan cakupan jarak 3.700 km
Indonesia
•
13 Feb 2026

Pertama dalam sejarah, peneliti China berhasil transplantasi paru-paru babi ke tubuh manusia
Indonesia
•
27 Aug 2025

AS akan luncurkan misi astronaut swasta ketiga ke Stasiun Luar Angkasa Internasional
Indonesia
•
13 Dec 2023

Robot yang dikembangkan China rampungkan pembenaman kabel dasar laut pertama
Indonesia
•
14 Jun 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
