
Fase pertama pembukaan Selat Hormuz akan cakup pencabutan blokade AS

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini memperlihatkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)
Fase pertama pembukaan kembali Selat Hormuz akan mencakup pencabutan blokade Amerika Serikat.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Fase pertama pembukaan kembali Selat Hormuz akan mencakup pencabutan blokade Amerika Serikat (AS), demikian laporan The Washington Post pada Senin (25/5), mengutip seorang pejabat Iran.
"Seorang pejabat Iran, yang berbicara dengan syarat anonimitas, mengatakan pembukaan Selat tersebut akan dilakukan secara bertahap," urai laporan The Washington Post. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pada fase pertama, AS akan mencairkan aset Iran yang dibekukan senilai 12 miliar dolar AS, pembersihan ranjau di selat tersebut akan dimulai, dan blokade AS akan dicabut.
*1 dolar AS = 17.743 rupiah
Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara kedua pihak tidak mencakup kesepakatan nuklir, melainkan hanya sebuah komitmen untuk merundingkan isu nuklir tersebut di kemudian hari, mengutip pernyataan pejabat Iran tersebut.
Kendati demikian, laporan itu juga mengutip pernyataan seorang pejabat senior AS yang mengatakan bahwa nota kesepahaman tersebut "mengikat" pihak Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir, termasuk "menyerahkan debu nuklir".
Juga pada Senin itu, Presiden AS Donald Trump menulis di akun Truth Social miliknya bahwa negosiasi dengan Iran "berjalan lancar".
"Perjanjian tersebut hanya akan menjadi kesepakatan yang bagus bagi semua pihak atau, tidak ada kesepakatan sama sekali. Kembali ke garis depan pertempuran dan saling tembak, tetapi lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya. Dan tak ada seorang pun yang menginginkan itu!" sebut Trump.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada awak media, "Kami memiliki apa yang saya nilai sebagai kesepakatan yang cukup solid di meja perundingan terkait kemampuan mereka untuk membuka selat tersebut, memastikan selat itu terbuka, memasuki negosiasi yang sangat nyata, signifikan, berjangka waktu tertentu mengenai masalah nuklir, dan semoga kami bisa mewujudkannya."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Unjuk rasa damai digelar di AS, protes dampak pabrik uranium
Indonesia
•
10 Oct 2023

Israel akan mulai perundingan gencatan senjata di Gaza, setujui rencana serangan terhadap Gaza City
Indonesia
•
23 Aug 2025

Pangeran Harry dari Inggris menangkan gugatan peretasan telepon terhadap Mirror Group Newspapers
Indonesia
•
18 Dec 2023

COVID-19 – Novavax jadi pilihan tentara AS yang tolak vaksinasi karena alasan agama
Indonesia
•
09 Jun 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
