
Forum pembaca volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris digelar di Kuala Lumpur

Foto menunjukkan volume kelima buku 'Xi Jinping: Tata Kelola China' edisi bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. (Xinhua/Li He)
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Forum pembaca China-Malaysia yang mengulas volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (30/4).
Peserta forum tersebut mengatakan volume kelima ini menggambarkan pengalaman pembangunan dan filosofi tata kelola yang mewakili kearifan Timur. Dengan latar belakang dinamika geopolitik yang terus berubah dan perubahan mendalam pada sistem tata kelola global, para peserta berpendapat bahwa pertukaran mendalam tentang tata kelola melalui penyebaran buku ini antara Malaysia dan China memiliki arti penting dalam memperkuat rasa saling percaya dan kerja sama yang saling menguntungkan, serta memajukan pembangunan komunitas strategis China-Malaysia tingkat tinggi dengan masa depan bersama.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Malaysia Johari Abdul mengatakan buku tersebut membantu berbagai sektor di Malaysia untuk lebih memahami filosofi pembangunan dan praktik pemerintahan China.
“Kelima volume buku 'Xi Jinping: Tata Kelola China' menunjukkan upaya untuk memaparkan filosofi pemerintahan, yang berusaha menjelaskan bagaimana suatu bangsa memahami pembangunannya, prioritasnya, dan perannya di dunia. Buku ini memberikan wawasan tentang bagaimana ide-ide tersebut dibingkai dan dikomunikasikan," kata Johari.
Sementara itu, Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook mengatakan diskusi penting dalam volume kelima tentang pembangunan berkualitas tinggi, keterbukaan tingkat tinggi, serta kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra berkualitas tinggi memberikan wawasan penting untuk memperdalam konektivitas Malaysia-China.
Dia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara telah mencapai hasil-hasil yang bermanfaat dalam kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra berkualitas tinggi.
Ian Neo Chee Hua, CEO Pusat Penelitian Humaniora Asia Tenggara di Malaysia, mengatakan buku tersebut berisi filsafat politik yang kaya yang membimbing pembangunan ekonomi dan sosial China serta hubungannya dengan dunia, meletakkan dasar penting untuk penguatan kerja sama Malaysia-China yang berkelanjutan.
Seiring dengan kemajuan implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dan perkembangan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN (China-ASEAN Free Trade Area/CAFTA) 3.0, hubungan Malaysia-China sedang memasuki tahap baru pembangunan terkoordinasi, dengan prospek kerja sama yang luas di bidang perdagangan, investasi, ekonomi digital, dan pembangunan hijau, kata Chee Hua.
Dalam forum ini, peserta perwakilan China menyerahkan salinan edisi bahasa Inggris dari volume kelima buku tersebut kepada para tamu asing. Para pakar dan cendekiawan mengadakan pertukaran mendalam mengenai berbagai topik, termasuk tata kelola nasional, kerja sama regional China-ASEAN, dan komunitas China-Malaysia dengan masa depan bersama.
Forum ini diselenggarakan bersama oleh Kantor Informasi Dewan Negara China, Grup Komunikasi Internasional China (China International Communications Group), dan Kedutaan Besar China di Malaysia. Sekitar 200 peserta dari sektor penerbitan, wadah pemikir (think tank), dan media dari kedua negara turut menghadiri acara tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peristiwa-Peristiwa Penting dalam Konflik Israel-Palestina dan Proses Perundingan Gencatan Senjata
Indonesia
•
17 Jan 2025

Rayakan Imlek, stasiun luar angkasa China gelar pameran foto
Indonesia
•
24 Jan 2023

Sekjen ASEAN Lim Jock Hoi berkabung atas wafatnya mantan presiden China Jiang Zemin
Indonesia
•
07 Dec 2022

Kisah – Pemuda Gaza daur ulang limbah kopi jadi pupuk ramah lingkungan
Indonesia
•
26 Jan 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
