
Penelitian baru ungkap asal-usul galaksi katai ultrapadat

Foto yang diabadikan pada 4 November 2023 ini menunjukkan Galaksi Bima Sakti di angkasa saat malam hari di Prefektur Ngari, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. (Xinhua/Nie Yi)
Galaksi katai ultrapadat yang ditemukan pada 2000-an mendapatkan namanya karena sistem bintang bagian dalamnya yang sangat padat, dengan massa dan ukuran antara galaksi dan gugus bintang, serta misteri di balik asal-usulnya yang masih belum terpecahkan.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh astronom China untuk pertama kalinya berhasil mengamati proses lengkap evolusi galaksi katai menjadi galaksi katai ultrapadat (ultra-compact dwarf galaxy/UCD), menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Kamis (9/11) di jurnal Nature.Galaksi dan gugus bintang telah lama dianggap sebagai dua kelas objek yang berbeda. Galaksi terbentuk dan tumbuh dalam lingkaran materi gelap (dark matter) dengan sejarah evolusi yang rumit, sedangkan gugus bintang terbentuk dari awan molekuler raksasa di dalam galaksi.Galaksi katai merupakan kelas galaksi yang paling tidak bercahaya dan berperan penting dalam evolusi alam semesta.Ditemukan pada 2000-an, UCD mendapatkan namanya karena sistem bintang bagian dalamnya yang sangat padat, dengan massa dan ukuran antara galaksi dan gugus bintang, serta misteri di balik asal-usulnya yang masih belum terpecahkan.Meskipun sejumlah hasil penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa banyak UCD kemungkinan berasal dari galaksi katai yang hancur, proses evolusi yang spesifik belum dapat dikonfirmasi oleh observasi.Tim peneliti dari Universitas Peking, Universitas Jiao Tong Shanghai, serta lembaga penelitian di Kanada dan Amerika Serikat (AS) menggunakan Teleskop Hubble, Teleskop Kanada-Prancis-Hawaii, Teleskop Gemini Utara, serta peralatan pengamatan lainnya untuk mencari sekitar 600 kandidat UCD di Gugus Virgo.Mereka menemukan bahwa sekitar 15 persen UCD dikelilingi oleh lingkaran cahaya bintang yang redup.UCD ini sangat berkorelasi dengan galaksi katai berinti banyak, sebuah kelas galaksi katai yang baru saja didefinisikan, dalam hal morfologi, warna, dan persebaran spasial, yang mungkin merupakan tahap peralihan dalam evolusi galaksi katai menjadi UCD, menurut penelitian tersebut.Tim peneliti telah mengamati berbagai tahapan dalam pembentukan UCD untuk kali pertama, ujar Wang Kaixiang, penulis pertama penelitian tersebut, yang juga merupakan kandidat doktor di Universitas Peking.Penelitian itu menunjukkan bagaimana galaksi katai hancur serta membentuk UCD dan bahkan gugus, yang dengan jelas mengungkapkan hukum evolusi, tutur Wang.UCD merupakan sebuah wahana penting bagi penelitian arkeologi gugus galaksi, dan mempelajari asal-usul gugus galaksi merupakan hal yang sangat signifikan untuk memahami pembentukan dan evolusi galaksi, ujar Eric Peng, salah satu peneliti yang juga anggota NOIRLab di AS.Tim peneliti akan menggunakan sejumlah teleskop astronomi besar internasional untuk melakukan pengamatan lanjutan terhadap UCD guna menyingkap lebih banyak misteri ilmiah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti temukan spesies baru ‘caecilian’ di China barat daya
Indonesia
•
10 Jan 2025

Kapal pengebor laut pertama buatan China mulai uji coba pelayaran
Indonesia
•
19 Dec 2023

Studi ungkap gelombang panas ekstrem sebabkan penurunan populasi burung tropis
Indonesia
•
13 Aug 2025

Wahana antariksa Orion NASA tuntaskan terbang lintas terdekat ke Bulan
Indonesia
•
22 Nov 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
