
Garda Revolusi Islam Iran nyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi baru Mojtaba Khamenei

Foto dokumentasi tak bertanggal ini menunjukkan Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru. (Xinhua)
Mojtaba telah digadang-gadang akan menjadi pemimpin tertinggi baru Iran bahkan sebelum pengumuman resmi. Israel dan AS telah mengeluarkan ancaman terhadap Iran terkait hal ini.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, demikian diumumkan Majelis Ahli Iran pada Ahad (8/3).
Dalam sebuah pernyataan, majelis tersebut mengonfirmasi terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran, menyebut tentang "pemungutan suara yang menentukan dari para perwakilan yang terhormat" di majelis tersebut.
"Dalam sidang luar biasa hari ini, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei ... ditunjuk dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran," menurut pernyataan itu.
Menyusul pengumuman tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran segera menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi baru itu, dan menyatakan kesiapan untuk mengikuti instruksinya.
Mojtaba Khamenei, yang lahir pada 1969, merupakan putra dari mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Mojtaba telah digadang-gadang akan menjadi pemimpin tertinggi baru Iran bahkan sebelum pengumuman tersebut. Israel dan AS telah mengeluarkan ancaman terhadap Iran terkait hal ini.
Pada Rabu (4/3), Israel mengancam bahwa siapa pun yang dipilih Iran sebagai pemimpin tertinggi baru akan menjadi "target untuk dieliminasi."
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (5/3) mengatakan kepada situs jejaring berita AS Axios bahwa pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran "tidak dapat diterima," seraya mengatakan Trump sendiri harus terlibat secara personal dalam pemilihan pemimpin baru Iran.
Trump juga memperingatkan bahwa jika Iran memilih pemimpin baru yang "melanjutkan kebijakan Khamenei," AS terpaksa akan kembali berperang "dalam waktu lima tahun."
AS dan Israel melancarkan serangan udara mendadak terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran pada 28 Februari, menewaskan Ali Khamenei beserta beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior Iran, dan warga sipil. Iran membalas dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di seluruh Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi bersihkan 1.014 ranjau di Yaman
Indonesia
•
15 Jul 2020

Ukraina setujui gencatan senjata 30 hari dalam pembicaraan dengan AS di Arab Saudi
Indonesia
•
12 Mar 2025

Belarus dan Rusia memulai latihan angkatan udara gabungan
Indonesia
•
17 Jan 2023

Rusia mundur dari Stasiun Luar Angkasa Internasional
Indonesia
•
02 May 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
