
Serangan terhadap Iran berpotensi hancurkan pasukan AS dan sebabkan konflik berkepanjangan

Foto yang diabadikan pada 1 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)
Operasi besar AS terhadap Iran akan menghadapi berbagai tantangan karena persediaan amunisi AS telah berkurang secara signifikan akibat pembelaan berkelanjutan Washington terhadap Israel dan dukungan untuk Ukraina.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Dan Caine memperingatkan Gedung Putih bahwa kekurangan amunisi dan dukungan dari sekutu dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi pasukan AS dalam potensi serangan terhadap Iran, lapor beberapa outlet media AS pada Senin (23/2).
Caine menyampaikan kepada Presiden AS Donald Trump dan para penasihat utamanya dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pekan lalu bahwa setiap operasi besar terhadap Iran akan menghadapi berbagai tantangan karena persediaan amunisi AS telah berkurang secara signifikan akibat pembelaan berkelanjutan Washington terhadap Israel dan dukungan untuk Ukraina, lapor The Washington Post mengutip sejumlah sumber yang familier dengan pembahasan tersebut.
Sebelumnya pada bulan ini, Caine menyuarakan kekhawatirannya dalam sejumlah pertemuan Pentagon terkait skala dan kompleksitas setiap kampanye militer yang menargetkan Iran dan kemungkinan jatuhnya korban dari pihak AS, urai laporan tersebut, mengutip sumber yang enggan disebutkan namanya.
Caine juga telah memperingatkan Trump bahwa kampanye militer terhadap Iran dapat menyebabkan konflik berkepanjangan, lapor Axios pada Senin.
Dalam sebuah pernyataan, kantor Caine menguraikan bahwa sebagai penasihat militer utama presiden, ketua kepala staf gabungan AS "menyajikan berbagai opsi militer, serta pertimbangan tambahan dan dampak maupun risiko terkait, kepada para pemimpin sipil yang mengambil keputusan keamanan AS."
Trump mendengarkan "berbagai sudut pandang terkait setiap isu, namun mengambil keputusan akhir berdasarkan apa yang terbaik bagi negara dan keamanan nasional kita," ujar Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly.
Putaran baru pembicaraan AS-Iran dijadwalkan digelar pada Kamis (26/2) di Jenewa dan diperkirakan akan berfokus pada program nuklir Iran, termasuk tingkat pengayaan uranium dan pencabutan sanksi.
Banyak analis menuturkan bahwa putaran pembicaraan AS-Iran mendatang kemungkinan merupakan peluang diplomatik terakhir sebelum kemungkinan pelaksanaan operasi militer gabungan skala besar AS-Israel terhadap Iran.
Pemerintahan Trump terus mengerahkan kekuatan militer masif di Timur Tengah. Trump pada Jumat (20/2) menuturkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Protes serangan Israel di Gaza, warga Maroko gelar unjuk rasa di Rabat
Indonesia
•
07 Apr 2025

Arab Saudi kecam karikatur penghinaan Nabi Muhammad
Indonesia
•
27 Oct 2020

Hamas sebut sedang berunding dengan mediator untuk implementasikan gencatan senjata Gaza
Indonesia
•
14 Feb 2025

China tentang penyalahgunaan kontrol ekspor dan pembatasan investasi bersama oleh AS
Indonesia
•
08 Dec 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
