
Jumlah kematian bayi akibat gelombang dingin di Gaza bertambah jadi 6 orang

Seorang anak Palestina terlihat di dekat sebuah tenda di antara rumah-rumah yang hancur di Beit Hanoun di Jalur Gaza utara pada 19 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Gaza dilanda gelombang dingin yang parah dalam beberapa hari terakhir, disertai angin kencang, hujan lebat, dan suhu rendah. Cuaca ekstrem tersebut telah merobohkan ratusan tenda dan mengakibatkan banjir di banyak kamp pengungsian, sehingga memperparah penderitaan ribuan keluarga.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah kematian bayi akibat gelombang dingin yang sedang melanda Jalur Gaza bertambah menjadi enam orang, demikian menurut laporan sumber-sumber medis Palestina pada Selasa (25/2).Munir Al-Bursh, direktur jenderal otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa "jumlah anak yang meninggal akibat suhu dingin yang parah telah bertambah menjadi enam orang." Dia melanjutkan bahwa total kematian anak akibat suhu rendah sejak awal musim dingin telah mencapai 15 orang.Al-Bursh memperingatkan tentang krisis kesehatan yang memburuk, karena kerusakan infrastruktur medis terus menghambat layanan kesehatan di wilayah tersebut.Al-Bursh menegaskan bahwa rumah sakit, khususnya klinik pediatrik, mengalami kesulitan untuk menyediakan perawatan medis esensial di tengah kelangkaan sumber daya yang parah dan pemadaman listrik yang sering terjadi.Sebelumnya pada Selasa yang sama, Saeed Salah, direktur Rumah Sakit Amal Sahabat Pasien (Friends of the Patient Charitable Hospital) di Gaza City, mengatakan bahwa sedikitnya tiga bayi meninggal dunia dalam beberapa jam terakhir karena kedinginan dan ketiadaan pemanas yang memadai di tempat penampungan mereka.Gaza dilanda gelombang dingin yang parah dalam beberapa hari terakhir, disertai angin kencang, hujan lebat, dan suhu rendah. Cuaca ekstrem tersebut telah merobohkan ratusan tenda dan mengakibatkan banjir di banyak kamp pengungsian, sehingga memperparah penderitaan ribuan keluarga.Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) sebelumnya telah memperingatkan tentang meningkatnya risiko bagi bayi baru lahir di Gaza. Badan PBB itu melaporkan bahwa 7.700 bayi tidak mendapatkan perawatan medis yang diperlukan untuk bertahan hidup di tengah kondisi yang memburuk dan ketiadaan tempat berlindung yang aman.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekolah Jakarta Taipei School kembangkan tiga bahasa, raih banyak penghargaan internasional
Indonesia
•
16 Nov 2023

Feature – Mimpi warga Gaza untuk jalani hidup normal pupus oleh pengungsian berulang kali
Indonesia
•
21 Jun 2024

Mantan PM Jepang: Jepang-China pilar pembangunan komunitas bersama umat manusia
Indonesia
•
28 Nov 2022

China dan Spanyol terbitkan prangko khusus peringatan 50 tahun hubungan diplomatik
Indonesia
•
13 May 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
