Hamas akan hentikan negosiasi gencatan senjata jika Israel serang Rafah

Orang-orang berjalan melintasi reruntuhan sebuah bangunan yang hancur di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 1 Mei 2024. (Xinhua/Khaled Omar)
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) telah menyampaikan bahwa negosiasi gencatan senjata dengan Israel akan ditangguhkan jika Israel menyerang Kota Rafah di Jalur Gaza selatan.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) pada Rabu (1/5) menyampaikan bahwa negosiasi gencatan senjata dengan Israel akan ditangguhkan jika Israel menyerang Kota Rafah di Jalur Gaza selatan.Dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV al-Manar yang berbasis di Lebanon, Osama Hamdan, seorang pejabat senior Hamas, mengatakan bahwa Hamas akan menghentikan semua negosiasi tidak langsung dengan Israel jika Israel melancarkan operasi militer terhadap Rafah.
Anak-anak bermain di antara reruntuhan rumah yang hancur di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 30 April 2024. Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 34.535 orang, seperti diungkapkan otoritas kesehatan yang dikelola Hamas dalam sebuah pernyataan pers pada Selasa (30/4). (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Korsel, AS dan Jepang sepakat kuatkan hubungan lawan Korut
Indonesia
•
08 Jun 2022

Taiwan adakan referendum aktivasi pembangkit listrik nuklir
Indonesia
•
10 Nov 2021

Kualitas air Sungai Seine bermasalah, panitia Olimpiade batalkan sesi latihan renang maraton
Indonesia
•
09 Aug 2024

Kepala WHO serukan perlindungan fasilitas perawatan kesehatan di tengah konflik
Indonesia
•
12 Apr 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
