
Ilmuwan China usulkan cara baru untuk penargetan tumor

Sejumlah dokter dari bagian pencitraan medis bekerja di Rumah Sakit Rakyat Provinsi Guizhou di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, 24 Mei 2023. (Xinhua/Tao Liang)
Glikooligomer hasil sintesis memiliki afinitas untuk mengikat pengangkut glukosa dan menunjukkan penyerapan selektif oleh sel kanker, sehingga menunjukkan kemampuan penargetan tumor yang efektif secara in vivo.
Beijing, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China berhasil mengembangkan sebuah metode untuk membuat glikooligomer dengan sekuens terkontrol yang dapat meningkatkan efisiensi penargetan tumor.Penelitian ini diterbitkan pada Jumat (15/12) di jurnal Cell Reports Physical Science oleh para peneliti dari Institut Teknologi Canggih Shenzhen (Shenzhen Institute of Advanced Technology/SIAT) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), Universitas Henan, dan sejumlah lembaga lainnya.Menurut penelitian tersebut, kanker dari berbagai sumber yang berbeda menunjukkan penyerapan dan konsumsi karbohidrat yang lebih cepat dan lebih besar dibandingkan sel-sel sehat. Hal ini terutama disebabkan oleh faktor-faktor seperti efek Warburg dan tingginya ekspresi pengangkut glukosa di permukaan sel kanker, sehingga menjadikan karbohidrat sebagai alat yang efisien untuk menarget kanker. Oleh karena itu, fokus pada karbohidrat dapat menciptakan pendekatan yang layak untuk pengobatan dan diagnosis kanker yang selektif.Para peneliti menemukan bahwa glikooligomer hasil sintesis memiliki afinitas untuk mengikat pengangkut glukosa dan menunjukkan penyerapan selektif oleh sel kanker, sehingga menunjukkan kemampuan penargetan tumor yang efektif secara in vivo.Menurut penelitian ini, penyerapan glikooligomer hasil sintesis oleh sel-sel kanker ternyata secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penyerapan oleh sebagian besar sel sehat.Penelitian ini lebih lanjut menelusuri potensi penargetan tumor menggunakan glikooligomer dengan sekuens yang dioptimalkan."Metode pembuatan glikooligomer sangat menjanjikan untuk penggunaan biomedis, termasuk pendeteksian dan pengobatan kanker secara tepat," kata Geng Jin, seorang peneliti di SIAT.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan teliti badak berbulu berusia 20.000 tahun yang ditemukan di Siberia
Indonesia
•
27 Jan 2021

Facebook akan matikan sistem pengenalan wajah
Indonesia
•
03 Nov 2021

Tim riset China tingkatkan teknologi pemuliaan genomik hewan
Indonesia
•
08 Mar 2023

Tim ilmuwan berhasil tentukan waktu kepunahan massal 200 juta tahun lalu
Indonesia
•
07 Feb 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
