
Tim ilmuwan China catat kemajuan baru dalam inovasi orisinal pestisida hijau

Sejumlah traktor menyemprotkan pestisida di ladang gandum di Wanggang, wilayah Yingshang, Provinsi Anhui, China timur, pada 6 Maret 2021. (Xinhua/Huang Bohan)
Molekul biopestisida orisinal pertama di dunia menargetkan proses biologis kitin, menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan hijau industri pestisida.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China telah mengembangkan molekul biopestisida orisinal pertama di dunia yang menargetkan proses biologis kitin, menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan hijau industri pestisida.Inhibitor kitin deasetilase jamur yang baru dikembangkan itu menunjukkan efisiensi yang tinggi, keamanan hayati yang sangat baik, dan ramah lingkungan. Inhibitor ini sangat efektif dalam mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit jamur utama pada tanaman, ujar Yang Qing, profesor di Institut Perlindungan Tanaman yang dinaungi Akademi Ilmu Pertanian China (Chinese Academy of Agricultural Sciences/CAAS).Molekul inovatif itu merupakan pencapaian ilmiah besar yang dihasilkan dari penelitian selama bertahun-tahun di bawah pimpinan Yang, dan berfokus pada mekanisme yang mendasari biosintesis, pembentukan, degradasi, dan modifikasi kitin.Kitin merupakan aminopolisakarida yang paling melimpah di Bumi, dan biosintesisnya sangat penting bagi kelangsungan hidup dan reproduksi sejumlah besar organisme, termasuk banyak jenis hama, jamur patogen, dan oomycetes atau jamur air yang dapat menyebabkan gangguan serius pada produksi tanaman. Namun, karena kitin tidak terdapat pada tumbuhan dan mamalia, senyawa tersebut merupakan target molekuler yang ideal bagi pengembangan fungisida atau insektisida ramah lingkungan.Industrialisasi inovasi ini merupakan upaya kolaboratif antara Institut Perlindungan Tanaman CAAS dan Hebei Zhongbao Green Crop Technology Co., Ltd.Berbagai kemajuan yang signifikan berhasil dicapai, termasuk penamaan resmi molekul baru itu yang dilakukan oleh Komite Teknis Standardisasi Pestisida Nasional China, penyegelan bahan aktif awal dan formulasi pestisida, serta penetapan standar perusahaan."Transisi dari inovasi teoretis awal menuju industrialisasi produksi pestisida itu merupakan tonggak sejarah yang signifikan, memberikan wawasan penting tentang struktur target molekuler yang esensial bagi pengembangan pestisida ramah lingkungan," urai Qian Xuhong, akademisi di Akademi Teknik China (Chinese Academy of Engineering) yang juga menjabat sebagai presiden East China Normal University."Tim profesor Yang telah mengabdikan diri selama lebih dari satu dekade dalam penelitian biologi terkait kitin, berhasil menyelesaikan proses dari penemuan target molekuler hingga penciptaan molekul pestisida baru, yang memberikan preseden berharga bagi pengembangan pestisida baru," imbuh Qian.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China akan gelar forum kerja sama antariksa dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia
Indonesia
•
18 Apr 2024

Pengobatan rapamycin bantu hasilkan kehamilan yang sukses dan kelahiran hidup
Indonesia
•
16 Nov 2025

Helikopter sipil besar AC313A buatan China tuntaskan uji penerbangan cuaca dingin pertama
Indonesia
•
15 Feb 2024

Perusahaan China luncurkan ‘fracturing solution’ untuk ekstraksi minyak dan gas nonkonvensional
Indonesia
•
23 Sep 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
