
GPT-6 Astra Meluncur: AI OpenAI kini makin jago riset, ‘coding’ dan operasikan komputer

Ilustrasi. (Zac Wolff on Unsplash)
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) dari Amerika Serikat (AS), OpenAI, pada Kamis (3/9) meluncurkan GPT-6 Astra, yang disebutnya sebagai model paling mumpuni yang dimilikinya sejauh ini untuk penalaran kompleks, pengodean, penggunaan komputer, penelitian, serta pekerjaan profesional yang melibatkan banyak tahapan.
OpenAI mengatakan bahwa GPT-6 Astra mulai diluncurkan kepada sejumlah organisasi terpilih, sementara akses melalui API-nya serta paket ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise rencananya akan diperluas dalam beberapa hari ke depan. Model ini belum tersedia secara umum.
Menurut OpenAI, Astra dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks mulai dari permintaan awal hingga hasil akhir, dengan memanfaatkan konteks dan perangkat yang disediakan oleh pengguna.
Model ini juga dapat membuat dokumen, lembar kerja, dan presentasi berdasarkan templat dan instruksi pengguna.
Dokumentasi model resmi OpenAI menunjukkan bahwa GPT-6 Astra memiliki jendela konteks sebesar 1,05 juta token dan output maksimum 128.000 token.
Model tersebut mendukung input teks dan gambar serta output teks, serta mendukung berbagai fitur seperti penelusuran web, pencarian berkas, eksekusi kode, dan penggunaan komputer. Pembaruan pengetahuan terakhir untuk model tersebut adalah 30 April 2026.
OpenAI menyampaikan bahwa Astra adalah model pertama yang diklasifikasikan oleh perusahaan itu sebagai model yang telah mencapai ambang batas kemampuan keamanan siber "Kritikal" berdasarkan Kerangka Kerja Kesiapan (Preparedness Framework) miliknya.
Menurut definisi perusahaan tersebut, model pada tingkat tersebut, saat diberi alat dan akses yang sesuai, dapat mengidentifikasi kerentanan keamanan yang sebelumnya tidak diketahui dan mengembangkan cara untuk memanfaatkannya di berbagai sistem yang terlindungi dengan baik tanpa perlu bimbingan manusia pada setiap langkahnya.
OpenAI mengatakan telah memperkuat perlindungan terhadap penyalahgunaan siber dan tindakan model yang tidak sah menjelang peluncuran, termasuk penguatan kontrol akses dan pemantauan.
OpenAI mengatakan bahwa dalam serangkaian evaluasi jailbreak siber, Astra menolak 91,5 persen permintaan bantuan siber yang dilarang, dibandingkan dengan 59 persen pada GPT-5.6 Sol.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inovasi IPTEK pertanian China terus digenjot
Indonesia
•
18 Jan 2023

Kapabilitas ditingkatkan, peringatan bencana meteorologi akan diterima warga China dalam 3-8 menit
Indonesia
•
31 Oct 2024

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Jumlah bangau leher hitam di Tibet, China, meningkat pesat
Indonesia
•
06 Mar 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
