
Ilmuwan Australia kembangkan biosensor ‘microneedle’ untuk pantau kesegaran ikan secara waktu nyata

Pengunjung memilih-milih ikan segar di sebuah pasar tradisional modern di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 20 April 2022. (Indonesia Window)
Biosensor berbasis microneedle array (MNA) elektrokimia dapat memantau kadar hipoksantin, senyawa yang meningkat saat ikan mulai membusuk, langsung dari jaringan ikan tanpa memerlukan persiapan laboratorium yang kompleks.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Ilmuwan di Australia berhasil mengembangkan biosensor berbasis microneedle pertama yang mampu memantau kesegaran ikan secara waktu nyata (real-time), dengan potensi mengubah uji keamanan pangan di seluruh rantai pasokan.Biosensor berbasis microneedle array (MNA) elektrokimia dapat memantau kadar hipoksantin, senyawa yang meningkat saat ikan mulai membusuk, langsung dari jaringan ikan tanpa memerlukan persiapan laboratorium yang kompleks, demikian menurut siaran pers Universitas Monash Australia pada Kamis (4/12).Perangkat baru ini, yang dikembangkan bersama oleh Institut Ilmu Farmasi Monash (Monash Institute of Pharmaceutical Sciences/MIPS), memungkinkan pemeriksaan cepat di lokasi dengan menekan microneedle array ke daging ikan, menurut penelitian yang dipimpin oleh Universitas Monash dan Universitas Deakin di Australia, yang diterbitkan dalam ACS Sensors."Makanan, terutama daging ikan, sangat rentan terhadap oksidasi dan kerusakan mikrobiologis," ungkap Masoud Khazaei, penulis utama penelitian itu sekaligus kandidat PhD di MIPS.Para peneliti mengatakan sistem tersebut memiliki akurasi yang setara dengan uji komersial, menyoroti efektivitas biosensor dalam memberikan deteksi tahap awal secara akurat, yang seringkali terlewatkan oleh metode tradisional."Kesegaran bukanlah sesuatu yang bisa kita tebak, itu merupakan sesuatu yang harus diukur. Pengujian HX yang cepat dan sensitif (time-sensitive) sangat penting karena kadar hipoksantin meningkat jauh sebelum ikan tampak atau berbau 'tidak sedap'," tutur Azadeh Nilghaz, peneliti MIPS sekaligus pemimpin proyek tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Yunnan di China gunakan ‘drone’ untuk inspeksi saluran listrik
Indonesia
•
24 Nov 2022

Komputer kuantum superkonduktor China telah catatkan lebih dari 10 juta kunjungan global
Indonesia
•
19 Jun 2024

China bertekad lakukan banyak upaya pengembangan fasilitas pertanian modern
Indonesia
•
24 Jul 2023

Pasien wanita bersih dari HIV setelah pengobatan transplantasi sel induk baru
Indonesia
•
16 Feb 2022


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
