
Wapres AS sebut Hamas akan "dimusnahkan" jika tolak pelucutan senjata

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara kepada awak media dalam sebuah taklimat pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 1 Oktober 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Hamas akan dimusnahkan jika menolak pelucutan senjata, dan Israel akan menentukan pasukan asing mana, jika ada, yang mungkin dikerahkan di Gaza.
Yerusalem, Wilayah Palestin yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance pada Selasa (21/10) mengatakan bahwa Hamas akan "dimusnahkan" jika menolak pelucutan senjata, dan menambahkan bahwa Israel akan menentukan pasukan asing mana, jika ada, yang mungkin dikerahkan di Gaza.Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Kiryat Gat, yang terletak di utara Gaza, Vance menyebutkan bahwa para pejuang Hamas dapat diampuni jika kelompok tersebut kooperatif. "Jika mereka tidak kooperatif ... Hamas akan dimusnahkan," ujarnya.Vance menekankan bahwa Gedung Putih tidak akan mendesak Israel terkait keberadaan pasukan asing, menyebutnya sebagai "hal yang harus disepakati oleh pihak Israel." Dia menambahkan bahwa Turkiye dapat memainkan peran yang signifikan.Saat para mediator berupaya mewujudkan kemungkinan gencatan senjata fase kedua, pejabat AS tersebut mengakui adanya tantangan yang akan dihadapi. "Apakah saya dapat memastikan 100 persen bahwa ini akan berhasil? Tidak ... tetapi Anda melakukan hal-hal sulit dengan mencobanya," kata Vance.Dia juga menanggapi kekecewaan terkait lambatnya proses evakuasi para sandera dan jenazah. "Beberapa sandera terkubur di bawah ribuan pon puing-puing. Beberapa sandera lainnya bahkan tidak diketahui keberadaannya," sebut Vance, seraya meminta untuk menunjukkan "sedikit kesabaran."Kesepakatan gencatan senjata Gaza sempat mengalami kendala akibat para pihak saling menuduh bahwa pihak lainnya melanggar, tetapi baik Israel maupun Hamas secara terbuka menegaskan kembali komitmen mereka.Vance, yang tiba di Israel pada Selasa tersebut, diperkirakan akan bertemu dengan jajaran pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden AS Donald Trump, sudah berada di Israel sebelum kedatangan Vance.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump mengaku tak bersalah dalam kasus dokumen rahasia
Indonesia
•
15 Jun 2023

Feature: Setahun konflik Gaza, ribuan orang ikuti aksi unjuk rasa pro-Palestina di Los Angeles, AS
Indonesia
•
08 Oct 2024

Mesir usulkan inisiatif gencatan senjata di Gaza selama dua hari untuk pertukaran sandera-tawanan
Indonesia
•
29 Oct 2024

Presiden China Xi Jinping bertemu PM Kamboja Hun Sen
Indonesia
•
11 Feb 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
