
Presiden Universitas Harvard mengundurkan diri karena isu antisemitisme

Foto yang diabadikan di New York, Amerika Serikat, pada 2 Januari 2024 ini menunjukkan layar yang menampilkan laman web Kantor Presiden Universitas Harvard. (Xinhua/Li Rui)
Harvard Corporation mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima surat pengunduran diri Presiden Harvard Claudine Gay setelah berada di bawah tekanan selama beberapa pekan terkait testimoninya di Kongres perihal antisemitisme di kampus dan sejumlah klaim yang menyebutkan bahwa dia tidak mengutip sumber-sumber dalam makalah akademisnya dengan baik.
San Francisco, AS (Xinhua) – Harvard Corporation pada Selasa (2/1) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima surat pengunduran diri Presiden Harvard Claudine Gay "dengan pertimbangan yang menyeluruh.""Dalam beberapa bulan terakhir, Harvard dan pendidikan tinggi menghadapi serangkaian tantangan yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam menghadapi kontroversi dan konflik yang meningkat itu, Presiden Gay dan para Fellow telah berupaya mengutamakan kepentingan institusi yang kemajuan dan kesejahteraannya di masa mendatang kita berkomitmen junjung bersama," ujar Harvard Corporation dalam sebuah pernyataan."Dengan berat hati namun dilandasi rasa cinta yang mendalam terhadap Harvard, saya menulis (pernyataan) ini untuk menyampaikan bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai presiden," kata Gay dalam sebuah pernyataan sebelumnya pada Selasa."Ini bukanlah keputusan yang saya ambil dengan mudah. Ini sangat sulit diungkapkan lewat kata-kata karena saya sudah begitu menantikan untuk bekerja sama dengan Anda semua guna memajukan komitmen terhadap keunggulan akademis yang telah menopang universitas luar biasa ini selama berabad-abad," imbuhnya."Namun, setelah berkonsultasi dengan para anggota perusahaan, jelas bahwa demi kebaikan Harvard, saya harus mengundurkan diri agar komunitas kita dapat menghadapi tantangan sulit ini dengan fokus pada institusi, alih-alih individu," tutur Gay.Masa jabatan Gay selama setengah tahun merupakan yang terpendek dalam sejarah Harvard. Dia berada di bawah tekanan selama beberapa pekan terkait testimoninya di Kongres perihal antisemitisme di kampus dan sejumlah klaim yang menyebutkan bahwa dia tidak mengutip sumber-sumber dalam makalah akademisnya dengan baik."Di saat perselisihan dan perpecahan begitu lazim terjadi di negara dan dunia kita, merangkul dan memajukan misi tersebut, dengan semangat tujuan bersama, sangatlah penting," kata Harvard Corporation.Harvard Corporation juga mengonfirmasi bahwa Alan Garber, provost sekaligus kepala staf akademis (chief academic officer) di universitas itu, telah setuju untuk bertugas sebagai presiden sementara sampai pemimpin baru Harvard ditentukan dan mulai menjabat.Menurut Harvard Corporation, Gay akan kembali bertugas di salah satu fakultas di Harvard, di mana dirinya telah mengabdi sebagai profesor ilmu pemerintahan sejak 2006.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Lebih dari 4,1 juta orang jadi pengungsi internal di 4 negara sejak eskalasi Timur Tengah dimulai
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wadah pemikir Swedia ungkap impor senjata Eropa melonjak selama 2020-2024
Indonesia
•
11 Mar 2025

Mengapa pertemuan Xi-Biden mendatang begitu penting?
Indonesia
•
16 Nov 2023

COVID-19 – Arab Saudi-Jerman sepakat distribusikan vaksin CureVac
Indonesia
•
01 Dec 2020


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
