
Helikopter sipil besar AC313A buatan China tuntaskan uji penerbangan cuaca dingin pertama

Foto yang diabadikan pada 9 Januari 2024 ini menunjukkan helikopter sipil berukuran besar yang dikembangkan secara independen oleh China, AC313A, sedang menjalani uji coba penerbangan cuaca dingin di Mohe, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Aviation Industry Corporation of China)
Helikopter sipil berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri oleh China, AC313A, menuntaskan uji coba penerbangan cuaca dingin putaran pertamanya, untuk memverifikasi gerakan mengambang di udara (hovering), terbang naik (climbing), terbang mendatar (level flight), dan manuver penerbangan lainnya, serta kinerja sistem dan mesin-mesin utamanya di lingkungan dingin.
Beijing, China (Xinhua) – Helikopter sipil berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri oleh China, AC313A, menuntaskan uji coba penerbangan cuaca dingin putaran pertamanya, ungkap Aviation Industry Corporation of China (AVIC).Helikopter AC313A baru-baru ini mengadakan dan menyelesaikan misi uji coba penerbangan cuaca dingin pertamanya di sebuah bandara di Mohe, kota paling utara di China, kata AVIC, produsen pesawat terkemuka di negara itu.Selama putaran uji coba penerbangan ini, helikopter besar itu melakukan beberapa kali uji terbang untuk memverifikasi kinerja penerbangannya dalam gerakan mengambang di udara (hovering), terbang naik (climbing), terbang mendatar (level flight), dan manuver penerbangan lainnya, serta kinerja sistem dan mesin-mesin utamanya di lingkungan dingin, papar pihak pengembang.AC313A, varian terbaru dari seri helikopter AC313, merupakan kendaraan udara berukuran besar yang secara khusus dikembangkan untuk misi-misi penyelamatan udara darurat di segala medan dan segala cuaca.Setelah uji coba penerbangan cuaca dingin putaran pertama tersebut, AVIC akan mengerahkan dua helikopter AC313A untuk menjalani proses sertifikasi kelaikan terbang model helikopter baru ini secara komprehensif, yang akan membuka jalan bagi operasi komersial di masa mendatang, kata AVIC.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan eksplorasi peta jalan produksi beras global yang lebih hijau
Indonesia
•
17 Dec 2021

COVID-19 – Pusat Penelitian Rusia terima paten vaksin
Indonesia
•
02 Oct 2020

Laboratorium dan perusahaan China akan kembangkan ‘konstelasi komputasi luar angkasa’
Indonesia
•
06 Jul 2024

Kota Nanjing di China akan bangun taman sains industri masa depan
Indonesia
•
07 Jun 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
