Hizbullah akan ambil tindakan jika Israel tidak mundur sebelum tenggat waktu gencatan senjata

Foto menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 9 November 2024. (Xinhua/Bilal Jawich)
Hizbullah tidak akan "tinggal diam" jika Israel gagal menarik diri dari wilayah Lebanon pada akhir perjanjian gencatan senjata selama 60 hari.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Mahmoud Qomati, wakil kepala Dewan Politik Hizbullah, pada Senin (30/12) mengatakan bahwa Hizbullah tidak akan "tinggal diam" jika Israel gagal menarik diri dari wilayah Lebanon pada akhir perjanjian gencatan senjata selama 60 hari."Hizbullah berkomitmen untuk melakukan gencatan senjata selama 60 hari dengan Israel demi rakyat kami. Namun, kami tidak akan tinggal diam jika Israel tidak menarik diri dari wilayah Lebanon pada hari ke-60," kata Qomati kepada Al-Manar TV yang berafiliasi dengan Hizbullah."Adapun mengenai perjanjian tersebut, itu jelas: entah semua pihak berkomitmen, atau tidak ada yang berkomitmen," imbuhnya.Qomati juga mengesampingkan pelucutan senjata Hizbullah, dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan membawa Lebanon ke dalam kekacauan. Dia menyatakan bahwa Hizbullah tidak dapat membiarkan pendudukan Israel atas tanah atau pembangunan permukiman tanpa perlawanan.Gencatan senjata, yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan Prancis tersebut mulai berlaku pada 27 November, dengan tujuan untuk mengakhiri pertempuran selama hampir 14 bulan antara Israel dan Hizbullah. Perjanjian tersebut mengharuskan Israel untuk menarik diri dari wilayah Lebanon dalam waktu 60 hari, dengan tentara Lebanon mengambil alih kendali keamanan di perbatasan Lebanon-Israel dan di Lebanon selatan.Terlepas dari gencatan senjata tersebut, militer Israel terus melakukan serangan udara setiap hari di Lebanon, dengan beberapa di antaranya mengakibatkan korban jiwa. Israel mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk mencegah pelanggaran dari pihak Hizbullah.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Taiwan rilis laporan pertahanan dalam bahasa Mandarin dan Inggris, atasi ancaman China
Indonesia
•
10 Nov 2021

Penduduk Saudi berusia 70 tahun dapat menunaikan umroh
Indonesia
•
18 Mar 2021

Kemenhan China tentang keras penjualan senjata AS ke Taiwan
Indonesia
•
04 Mar 2023

Serikat pekerja Prancis rencanakan aksi mogok hari ke-5 protes reformasi pensiun
Indonesia
•
09 Feb 2023
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
