
Trump desak Zelensky untuk segera terima rencana perdamaian

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berbincang dengan utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, di Kremlin di Moskow, Rusia, pada 6 Agustus 2025. (Xinhua/Kantor Pers Kremlin)
Rusia menuntut agar Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas di Ukraina timur, termasuk wilayah yang berada di bawah kendali Kiev.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintahan Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyetujui versi terbaru dari kesepakatan perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat (AS), yang berpotensi menyebabkan kerugian teritorial besar bagi Ukraina, menurut outlet media daring AS, Axios.Mengutip dua pejabat Ukraina, Axios pada Senin (8/12) melaporkan bahwa utusan khusus presiden AS, Steve Witkoff, dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, membahas rencana tersebut dengan Zelensky dalam percakapan telepon selama dua jam pada Sabtu (6/12), yang memerlukan jawaban "ya" yang jelas dari pemimpin Ukraina itu.Dalam wawancara dengan Politico yang dirilis pada Selasa (9/12), ketika ditanya apakah dia telah menetapkan batas waktu bagi Zelensky untuk memutuskan kesepakatan tersebut, Trump pada Senin mengatakan, "Dia harus segera bertindak dan mulai menerima berbagai hal ... karena dia sedang kalah."Financial Times pada Selasa melaporkan bahwa Trump berharap sebuah kesepakatan dapat dicapai "sebelum Natal," dan Zelensky mengatakan kepada mediator AS bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk berkonsultasi dengan para sekutu Eropa.Witkoff dan Kushner menyelesaikan pembicaraan selama tiga hari dengan para negosiator utama Ukraina pada Sabtu di Miami, Negara Bagian Florida, AS, setelah pertemuan selama sekitar lima jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai kesepakatan tersebut di Moskow sebelumnya pada pekan lalu.Dalam negosiasi, Rusia menuntut agar Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas di Ukraina timur, termasuk wilayah yang berada di bawah kendali Kiev."Rasanya seperti AS mencoba meyakinkan kami, dengan berbagai cara, bahwa Rusia ingin menguasai seluruh wilayah Donbas dan bahwa Amerika ingin Zelensky menerima semuanya dalam percakapan telepon itu," kata seorang pejabat Ukraina kepada Axios.Trump dalam sebuah acara pada Ahad (7/12) mengatakan dirinya "sedikit kecewa" mendengar Zelensky belum membaca proposal itu, beberapa jam setelah Zelensky menggambarkan pembicaraan damai dengan AS tersebut sebagai "konstruktif" namun "tidak mudah."Zelensky bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk membahas perdamaian Ukraina di London pada Senin.Menurut pernyataan pemerintah Inggris setelah pertemuan itu, para pemimpin menekankan perlunya mencapai "perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Krisis listrik ancam nyawa pasien di Kuba, rumah sakit kesulitan layani operasi dan ICU
Indonesia
•
21 Jul 2026

Hampir 790 ribu orang tunaikan umroh sejak pembukaan tahap pertama
Indonesia
•
11 Nov 2020

Sekjen PBB ingin kembali fokus pada solusi dua negara setelah krisis Gaza
Indonesia
•
24 Nov 2023

COVID-19 - Rusia terima permintaan 1 miliar dosis vaksin dari 20 negara
Indonesia
•
12 Aug 2020


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
