
Mengapa pertemuan Xi-Biden mendatang begitu penting?

Foto yang diabadikan pada 5 November 2023 ini menunjukkan Balai Kota San Francisco (San Francisco City Hall) di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS). Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) ke-30 akan digelar di San Francisco. (Xinhua/Li Jianguo)
Hubungan China-AS yang stabil menunjukkan bahwa meskipun di tengah perbedaan, kedua negara dapat menemukan kesamaan demi kebaikan yang lebih besar.
San Francisco, AS (Xinhua) – Di lanskap kota San Francisco yang ikonis, sebuah pertemuan berskala global akan segera berlangsung karena Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengadakan pertemuan tatap muka untuk pertama kalinya sejak pertemuan terakhir mereka di Bali, Indonesia, setahun yang lalu.Komunitas internasional menantikan pertemuan tersebut sambil menahan napas, menyadari pentingnya pertemuan ini dengan latar belakang lanskap global yang kompleks dan tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi."Hubungan China-AS boleh dikatakan hubungan bilateral paling penting di planet ini," ujar Jon Taylor, profesor Ilmu Politik di Universitas Texas di San Antonio, kepada Xinhua."Terlepas dari perbedaan dalam sistem politik dan pendekatan kebijakan kedua negara, hubungan China-AS yang sehat dan saling menghormati sangat penting untuk menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan nasional," ujar Taylor.Meningkatkan kesejahteraan di Asia-PasifikDengan mengamati peta tersebut, dapat dipahami esensi dari pernyataan Xi bahwa "Samudra Pasifik membentang cukup luas untuk merangkul China dan AS, serta negara-negara lain."Kawasan Asia-Pasifik juga merupakan kawasan yang paling makmur secara ekonomi di tingkat global, tetap berada di jalur yang tepat untuk mengontribusikan sekitar dua pertiga dari pertumbuhan global pada 2023, ungkap Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam laporannya mengenai prospek ekonomi Asia dan Pasifik pada Oktober lalu.China dan AS adalah dua raksasa di kawasan Asia Pasifik. AS tersohor dengan keunggulannya di bidang teknologi dan keuangan, sedangkan China memiliki skala ekonomi dan ruang pasar yang substansial.
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen berpidato dalam Pertemuan Menteri Keuangan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) di San Francisco, California, AS, pada 13 November 2023. Yellen pada Senin (13/11) mengatakan bahwa interaksi AS-China baru-baru ini telah membawa kedua belah pihak "ke jalan yang benar." (Xinhua/Li Rui)
Foto yang diabadikan pada 11 November 2023 ini menunjukkan Jembatan Golden Gate saat matahari terbenam di San Francisco, Amerika Serikat. (Xinhua/Li Rui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Pakistan serukan strategi kolektif menentang Islamofobia
Indonesia
•
28 Oct 2020

Komisi HAM Fiji kutuk pembuangan air limbah nuklir oleh Jepang
Indonesia
•
29 Aug 2023

Jepang-Korsel sepakat perkuat hubungan dengan AS untuk hadapi Korut
Indonesia
•
12 Mar 2022

Paket sanksi ke-9 berlaku, Rusia perluas daftar larangan masuk bagi warga dan pejabat UE
Indonesia
•
18 Jan 2023


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
