
Kemenlu China: China tak pernah sengaja cari surplus dalam perdagangan dengan UE

ebuah kereta kargo China-Eropa tujuan Hamburg, Jerman, menunggu keberangkatan di Stasiun Putian di Zhengzhou, ibu kota Provinsi Henan, China tengah, pada 18 Juli 2023. Zhengzhou telah menangani 7.572 kereta kargo China-Eropa dengan total volume kargo mencapai 670.000 TEU (twenty-foot equivalent unit) sejak 18 Juli 2013. (Xinhua/Lu Peng)
"Hubungan perdagangan China-UE sangat tidak seimbang. China mengalami surplus perdagangan yang sangat besar, dan tingkat keterbukaan di pihak China tidak sama dengan tingkat keterbukaan di pihak UE."
Beijing, China (Xinhua) – China tidak pernah dengan sengaja mencari surplus dalam perdagangan dengan Uni Eropa (UE), dan jika UE benar-benar ingin mengatasi isu ini, mereka perlu mencabut kontrol ekspor terhadap China, alih-alih menyalahkan China, demikian disampaikan juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Selasa (8/8).Brussel dilaporkan akan menekan Beijing untuk mengurangi hambatan terhadap ekspor Eropa dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi pada September mendatang. Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Komisaris Perdagangan Komisi Eropa Valdis Dombrovskis mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa "hubungan perdagangan China-UE sangat tidak seimbang. China mengalami surplus perdagangan yang sangat besar, dan tingkat keterbukaan di pihak China tidak sama dengan tingkat keterbukaan di pihak UE."Ketika dimintai komentar, juru bicara Kemenlu itu mengatakan bahwa surplus perdagangan China dengan UE merupakan hasil alami akibat pengaruh gabungan dari berbagai struktur industri, spesialisasi industri, cara perdagangan, dan faktor eksternal.Selama bertahun-tahun, mayoritas perusahaan UE di China telah mendapatkan keuntungan besar dari perdagangan China-UE, dan ini merupakan alasan mendasar mengapa mereka memilih untuk beroperasi serta memperluas bisnis di China, kata jubir tersebut.Pembatasan UE terhadap ekspor produk teknologi tinggi ke China dalam beberapa tahun terakhir secara langsung membatasi kemampuan UE untuk memanfaatkan potensi ekspor ke China dan menyebabkan perdagangan yang tidak seimbang antara kedua belah pihak, ujar jubir itu. Dia menambahkan bahwa jika UE benar-benar ingin mengatasi isu ini, mereka perlu mencabut kontrol ekspor terhadap China, alih-alih menyalahkan China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penggunaan energi terbarukan 13,4 persen pada 2020
Indonesia
•
31 Jan 2020

Beijing berencana perluas penerbangan ketinggian rendah untuk penyelamatan dan pengiriman
Indonesia
•
11 Oct 2024

Eurostat: Inflasi zona euro diperkirakan turun jadi 2,4 persen pada Maret 2024
Indonesia
•
05 Apr 2024

Feature – Warga Turkiye sambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kekhawatiran
Indonesia
•
14 Mar 2024


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
