
Peneliti ungkap cara ikan siput laut hadal beradaptasi di lingkungan bertekanan ultratinggi

Foto tak bertanggal ini menunjukkan seekor ikan siput laut hadal yang diabadikan oleh tim peneliti China. (Xinhua)
Ikan siput laut hadal berhasil ditemukan di sedikitnya sembilan zona hadal, dengan titik terdalam penemuannya berada pada kedalaman lebih dari 8.000 meter di bawah permukaan laut.
Haikou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pernahkah Anda membayangkan seperti apa makhluk hidup di zona hadal yang berada pada kedalaman lebih dari 6.000 meter di bawah permukaan laut? Baru-baru ini, tim peneliti dari China melakukan penelitian terhadap ikan siput laut hadal, atau Pseudoliparis swirei, untuk mengetahui bagaimana makhluk laut dalam tersebut beradaptasi dengan tekanan ultratinggi di bawah laut.Zona hadal secara umum merujuk pada wilayah palung laut atau patahan samudra yang berada di kedalaman lebih dari 6.000 meter. Lingkungan yang ekstrem ini ditandai oleh suhu rendah, kegelapan total, tekanan ultratinggi, aktivitas seismik yang kerap terjadi, serta keterbatasan sumber makanan, sehingga zona hadal sering dianggap sebagai tempat yang nyaris tidak mendukung bagi kehidupan. Kendati demikian, ikan siput laut hadal berhasil ditemukan di sedikitnya sembilan zona hadal, dengan titik terdalam penemuannya berada pada kedalaman lebih dari 8.000 meter di bawah permukaan laut.Sebagai makhluk vertebrata yang habitatnya paling dalam di Bumi sejauh ini, ikan siput laut hadal sudah sejak lama menarik perhatian para ilmuwan hayati untuk mengetahui cara mereka beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem.Memiliki bentuk menyerupai berudu dengan warna pucat hampir transparan, serta panjang tubuh yang berkisar dari beberapa sentimeter hingga puluhan sentimeter, ikan ini tidak memiliki sisik maupun gigi tajam. Ciri khas lainnya adalah memiliki kepala berukuran besar dengan bentuk meruncing dari bagian kepala hingga ekor. Ikan ini memiliki sirip dada yang berfungsi sebagai pendorong utama saat berenang. Karena hidup di lingkungan laut dalam yang gelap total, organ penglihatan ikan ini hampir tidak berfungsi, sehingga mereka lebih mengandalkan sistem auditori dan haptik.Tim peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan Northwest University di China menggunakan teknologi pengurutan genom untuk mengungkap cara ikan siput laut hadal beradaptasi dengan lingkungannya.
Foto tak bertanggal ini menunjukkan seekor ikan siput laut hadal yang diabadikan oleh tim peneliti China. (Xinhua)
Foto dokumentasi tak bertanggal ini memperlihatkan ikan siput laut hadal. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Teknologi RNA baru beri harapan bagi pasien distrofi otot Duchenne
Indonesia
•
11 Jun 2026

Penelitian: Great Barrier Reef Australia bertahan jika suhu Bumi 1,5 derajat Celsius
Indonesia
•
06 Nov 2021

Organisasi Penelitian Nuklir Eropa gelar berbagai acara sains yang mudah diakses
Indonesia
•
16 Jan 2024

China tanam tape grass untuk burung musim dingin di danau terbesarnya
Indonesia
•
14 Mar 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
