
China berhasil kembangbiakkan ikan langka ‘sturgeon’ china generasi ketiga secara buatan

Foto yang diabadikan pada 12 April 2025 ini menunjukkan ikan 'sturgeon' China yang akan dilepaskan ke Sungai Yangtze di Kota Yichang, Provinsi Hubei, China tengah. (Xinhua/Du Zixuan)
Ikan sturgeon generasi ketiga baru-baru ini menetas di pusat konservasi ikan langka Sungai Yangtze, China, yang sepenuhnya dilakukan melalui propagasi buatan.
Wuhan, China (Xinhua/Indonesia Window) – China untuk pertama kalinya berhasil mengembangbiakkan generasi ketiga ikan sturgeon China sepenuhnya melalui propagasi buatan, seperti diumumkan China Three Gorges Corporation (CTGC) pada Kamis (27/11), yang menandai tahap penting dalam konservasi dan pengembangbiakan spesies langka ini dalam skala besar.Ikan sturgeon generasi ketiga baru-baru ini menetas di pusat konservasi ikan langka Sungai Yangtze milik CTGC. Induk ikan yang dilibatkan, yaitu ikan sturgeon betina berumur 13 tahun dan ikan sturgeon jantan berumur 14 tahun, merupakan ikan sturgeon generasi kedua yang dibudidayakan oleh Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Sungai Yangtze milik CTGC.Untuk memastikan kualitas pembiakan, para peneliti memulai proses seleksi yang ketat pada awal tahun ini, serta berbulan-bulan melakukan peningkatan nutrisi dan simulasi lingkungan. Induksi dan pembuahan buatan dilakukan pada 6 dan 7 November, saat masa pembiakan yang optimal. Pemantauan menunjukkan tingkat pembuahan lebih dari 95 persen. Setelah lima hari inkubasi, sekitar 112.000 benih generasi ketiga diperoleh."Keberhasilan kelahiran generasi ketiga ini menunjukkan bahwa ikan sturgeon generasi kedua dapat dewasa secara penuh dan bereproduksi dalam kondisi buatan," ujar Jiang Wei, wakil direktur pusat penelitian tersebut. Dia mencatat bahwa populasi yang lebih besar dari ikan sturgeon generasi kedua kini akan menggantikan generasi pertama sebagai kelompok pengembangbiakan utama, sehingga memajukan pengembangan populasi buatan ke tahap skala besar yang berkelanjutan.CTGC mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk melanjutkan tonggak sejarah ini dengan membangun sebuah sistem perlindungan "buatan-plus-alami" yang komprehensif, menawarkan dasar ilmiah dan panduan teknis untuk pemulihan populasi ikan sturgeon liar.Endemik di China, ikan sturgeon China merupakan ikan bermigrasi yang langka dan salah satu spesies paling primitif yang masih ada, yang sering digambarkan sebagai ‘fosil hidup’. Generasi pertama ikan sturgeon China dikembangbiakkan dari ikan induk liar pada 1980-an, dan berhasil menghasilkan generasi kedua pada 2009.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Material Metal-Organic Frameworks dinilai menjanjikan untuk terapi medis hingga energi terbarukan
Indonesia
•
16 Jan 2026

Memahami sabuk radiasi sebagai pelindung bagi Bumi
Indonesia
•
31 Jul 2024

Tim peneliti China ungkap cara ulat sutra membentuk kepompong hijau
Indonesia
•
09 Feb 2023

Peneliti China tingkatkan efisiensi sel perovskite secara signifikan
Indonesia
•
10 Aug 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
