Ilmuwan China berhasil temukan mineral Bulan baru, dinamakan Changesite-(Y)

Sejumlah peneliti ilmiah memindahkan kontainer berisi sampel Bulan yang diambil oleh wahana Chang'e-5 di Beijing, ibu kota China, pada 17 Desember 2020. (Xinhua/Jin Liwang)
Mineral Bulan Changesite-(Y) yang ditemukan oleh tim ilmuwan dari Beijing Research Institute of Uranium Geology, anak perusahaan China National Nuclear Corporation (CNNC), merupakan sejenis kristal kolumnar transparan tak berwarna.
Beijing, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China berhasil menemukan mineral Bulan baru melalui penelitian terhadap sampel-sampel yang diambil dari Bulan oleh misi Chang'e-5 China, seperti diumumkan bersama oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) dan Otoritas Energi Atom China (China Atomic Energy Authority/CAEA) pada Jumat (9/9).Ini merupakan mineral baru pertama yang ditemukan di Bulan oleh China, dan yang keenam oleh manusia. Temuan baru ini menjadikan China sebagai negara ketiga di dunia yang menemukan mineral baru di Bulan, kata Dong Baotong, Wakil Direktur CAEA.
Foto yang diabadikan pada September 2022 ini menunjukkan morfologi tiga dimensi (3D) dari partikel nyata mineral baru Changesite-(Y) yang dihasilkan lewat pemindaian tomografi terkomputasi (computerised tomography/CT). Tim ilmuwan China berhasil menemukan mineral Bulan baru melalui penelitian terhadap sampel-sampel yang diambil dari Bulan oleh misi Chang'e-5 China, seperti diumumkan bersama oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) dan Otoritas Energi Atom China (China Atomic Energy Authority/CAEA) pada Jumat (9/9/2022). (Xinhua/BRIUG)
Foto dokumentasi yang diabadikan pada September 2021 ini menunjukkan seorang peneliti dari Beijing Research Institute of Uranium Geology (BRIUG), anak perusahaan China National Nuclear Corporation (CNNC), sedang menimbang tanah Bulan. Tim ilmuwan China berhasil menemukan mineral Bulan baru melalui penelitian terhadap sampel-sampel yang diambil dari Bulan oleh misi Chang'e-5 China, seperti diumumkan bersama oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) dan Otoritas Energi Atom China (China Atomic Energy Authority/CAEA) pada Jumat (9/9/2022). (Xinhua/BRIUG)
Komposisi kimia
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dalam laman resminya menyebutkan bahwa Bulan didominasi oleh mineral silikat.Umumnya, plagioklas adalah mineral yang paling melimpah dan terdapat sejumlah besar piroksen dan olivin. Bersama-sama, ketiga kelompok mineral ini biasanya, tetapi tidak selalu, membentuk lebih dari 95 persen material kristalin dalam batuan dan regolith Bulan.Artikel ilmiah lainnya, sites.wustl.edu di bawah Washington University di St. Louis, menerangkan bahwa 99 persen dari massa batuan dan tanah Bulan terdiri atas tujuh unsur utama, yakni oksigen (41-45 persen), silikon (Si), aluminium (Al), kalsium (Ca), besi (Fe), magnesium (Mg), dan titanium (Ti).Sementara itu, elemen minor yang menyusun 1 persen dari massa batuan dan tanah Bulan terdiri atas empat unsur kimia, yaitu mangan (Mn), natrium (Na), kalium (K), dan fosfor (P).Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap vaksinasi atau ‘booster’ COVID-19 saat masa kehamilan lindungi bayi selama 6 bulan
Indonesia
•
15 Feb 2024

Studi baru ungkap evolusi gurun terluas di China
Indonesia
•
03 Nov 2024

SpaceX berencana kembali lakukan upaya peluncuran roket Starship pada 20 April
Indonesia
•
19 Apr 2023

Studi: Kasus kanker pada wanita naik di negara yang dilanda panas ekstrem
Indonesia
•
29 May 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
