
Ilmuwan Rusia kembangkan galur vaksin baru untuk lawan virus flu burung H5N1

Ilustrasi. (Iván Díaz on Unsplash)
Virus H5N1 yang sangat patogen terus menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan kematian massal pada unggas domestik dan liar serta kerugian ekonomi yang signifikan.
St. Petersburg, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan Rusia berhasil mengembangkan galur (strain) vaksin baru untuk melawan virus flu burung H5N1 yang sangat patogen, demikian diumumkan oleh Russian Science Foundation (RSF) pada Selasa (20/1).
Galur baru tersebut sangat cocok dengan varian yang saat ini sedang beredar dan menargetkan virus H5N1 kontemporer, tetapi tetap aman bagi hewan dan manusia, papar RSF di situs webnya, menambahkan bahwa penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari St. Petersburg State University of Veterinary Medicine dan A.A. Smorodintsev Research Institute of Influenza.
Virus H5N1 yang sangat patogen terus menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan kematian massal pada unggas domestik dan liar serta kerugian ekonomi yang signifikan. Variabilitas virusnya yang tinggi untuk bermutasi dengan cepat dan menembus hambatan antarspesies menurunkan efektivitas vaksin lama yang tidak lagi sesuai dengan galur yang sedang menyebar, kata laporan itu.
Para ilmuwan menggunakan teknik genetika terbalik (reverse genetics) untuk merekayasa virus tersebut. Gen yang mengkode hemagglutinin dan neuraminidase dari virus H5N1, yang diisolasi dari burung camar berkepala hitam pada 2023, dimodifikasi untuk menurunkan tingkat patogenisitasnya, dan kemudian digabungkan dengan gen dari galur H1N1 laboratorium yang aman guna menghasilkan virus hybrid yang mampu bereplikasi secara efisien dalam embrio ayam.
Dalam eksperimen vaksinasi, anak ayam yang menerima dua dosis dengan selang waktu 14 hari menghasilkan kadar antibodi terhadap H5N1 10 kali lipat lebih tinggi dari batas minimum yang diperlukan untuk perlindungan. Hal ini menunjukkan tingkat imunogenisitas yang tinggi dari galur vaksin baru tersebut, menurut RSF.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Memasuki musim berkembang biak, kawanan antelop Tibet memulai migrasi tahunan
Indonesia
•
06 May 2025

Maroko temukan situs kota kuno dari abad ke-2 di dekat nekropolis Chellah
Indonesia
•
08 Nov 2023

COVID-19 - Uji vaksin Rusia aman dan diterima tubuh
Indonesia
•
16 Jul 2020

Sisa-sisa alkohol dan sutra berusia 5.000 tahun ditemukan di China bagian tengah
Indonesia
•
01 Oct 2021


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
