
Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026

Puluhan perguruan tinggi vokasi Indonesia dan China menghadiri konferensi tahunan Aliansi Industri dan Pendidikan TVET China-Indonesia (China-Indonesia TVET Industry Education Alliance/CITIEA) yang digelar pada 27 hingga 28 April 2026 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: UGM)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia dan China kembali memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi melalui konferensi tahunan Aliansi Industri dan Pendidikan TVET China-Indonesia (China-Indonesia TVET Industry Education Alliance/CITIEA) yang diselenggarakan pada 27 hingga 28 April di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Melalui forum ini, sejumlah perguruan tinggi vokasi dari kedua negara serta para pelaku industri mencapai beberapa kerja sama baru.
Dibuka secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Pratikno, pertemuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dan integrasi antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik.
"Kerja sama ini harus membuahkan aksi nyata, dengan melihat disrupsi sebagai peluang untuk melompat lebih jauh," ujarnya, seperti dikutip dalam siaran resmi.
Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia menyebut kerja sama internasional merupakan kunci untuk menjawab perubahan industri yang berlangsung cepat, termasuk pentingnya menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri. Menurutnya, forum CITIEA menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen tersebut guna menghasilkan kemitraan lintas negara yang konkret.
Tahun ini menandai penyelenggaraan CITIEA yang ketiga, dengan partisipasi sekitar 300 peserta dari puluhan institusi vokasi kedua negara serta sejumlah perusahaan asal China. Sejak dibentuk di Nanning, China, pada September 2023, aliansi CITIEA telah beranggotakan puluhan perguruan tinggi vokasi dari Indonesia dan China beserta perwakilan industri.
Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono menyatakan bahwa pertemuan ini berupaya memperkuat keterhubungan dari hulu ke hilir, mulai dari proses pembelajaran hingga penyerapan tenaga kerja di industri. Kolaborasi ini tidak terbatas pada bidang pendidikan dan penyerapan ketenagakerjaan, tetapi juga mencakup pelatihan, penguatan riset terapan, serta pengembangan teknologi bersama.
Konferensi CITIEA tahun ini turut membuahkan sejumlah kemitraan baru antara dunia pendidikan dan industri dari kedua negara, salah satunya adalah kerja sama China-Indonesia untuk pendidikan vokasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sejumlah perguruan tinggi vokasi dari kedua negara juga menandatangani kolaborasi akademik hingga riset bersama, termasuk pendirian Pusat Penelitian Inovasi Kolaboratif Indonesia-China antara UGM dan Liuzhou Polytechnic University.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB: Harga komoditas di Sudan melonjak, pasokan medis menipis, ratusan ribu orang mengungsi
Indonesia
•
03 May 2023

Taiwan jamin hak beragama pekerja migran
Indonesia
•
03 Jun 2022

Lebih dari 33 juta orang dan 72 distrik di Pakistan terdampak banjir
Indonesia
•
31 Aug 2022

Telaah – Akankah AI pengaruhi masa depan sastra?
Indonesia
•
22 Oct 2024


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
