Presiden Ukraina berharap dapat segera implementasi perjanjian dengan AS

Presiden AS Joe Biden (kanan) bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 21 Desember 2022. (Xinhua/Liu Jie)
Industri energi Ukraina akan mendapat bantuan dari Amerika Serikat, yang tercantum dalam sejumlah kesepakatan baru, yang tercapai saat Zelensky mengunjungi Washington dalam perjalanan luar negeri pertamanya sejak konflik Rusia-Ukraina dimulai pada akhir Februari lalu.
Kiev, Ukraina (Xinhua) – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin (26/12) menyuarakan harapannya untuk segera mengimplementasikan kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) yang dicapai selama kunjungannya ke Washington baru-baru ini, demikian menurut layanan pers kepresidenan Ukraina."Kami tidak akan membuang waktu. Kami akan segera mengimplementasikan semua yang telah disepakati di Washington," kata Zelensky dalam pidato hariannya melalui video, tanpa menyebutkan secara spesifik perjanjian mana yang dibicarakannya.Zelensky mengatakan sekitar 9 juta penduduk di seluruh penjuru Ukraina harus hidup tanpa listrik, tetapi jumlah pemadaman listrik kini secara bertahap berkurang.Pekan lalu, Zelensky mengunjungi Washington dalam perjalanan luar negeri pertamanya sejak konflik Rusia-Ukraina dimulainya pada akhir Februari lalu.Setelah kunjungan tersebut, Zelensky mengatakan dirinya telah mencapai sejumlah kesepakatan baru terkait bantuan untuk industri energi Ukraina.Bantuan senjata
Dalam kunjungan ke Washington pada Rabu (21/12), Presiden Joe Biden berjanji kepada timpalannya dari Ukraina akan memberikan bantuan militer. Secara khusus, Biden menyebutkan soal baterai peluru kendali darat ke udara (surface-to-air missile) Patriot yang baru saja dia setujui dalam tahap baru bantuan keamanan untuk Ukraina sebesar 1,85 miliar dolar AS.Menurut daftar dari Pentagon, paket bantuan senjata yang disetujui Biden tersebut juga termasuk “amunisi udara presisi”, yang tidak dijelaskan secara rinci terkait jenis dan jumlahnya. Menurut sejumlah laporan media AS, amunisi tersebut kemungkinan adalah apa yang disebut sebagai “Amunisi Serangan Langsung Gabungan”, yang akan mengubah bom “bodoh” yang tidak dilengkapi pemandu menjadi bom “pintar” yang dilengkapi sirip dan sistem pemandu presisi.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Saudi tunjukan kesiapan penuh pelaksanaan haji
Indonesia
•
10 Aug 2019

Kedutaan Arab Saudi di Iran resmi dibuka kembali
Indonesia
•
12 Aug 2023

Iran kecam tuduhan anti-Teheran dari politisi AS, peringatkan akan adanya "respons keras"
Indonesia
•
11 Oct 2023

Salju turun salju di Tabuk, Arab Saudi
Indonesia
•
19 Feb 2021
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
