Komentar Xinhua: Tarif baru EV yang diterapkan UE akan gembosi diri sendiri

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 3 Juni 2024 ini menunjukkan sebuah rantai bergembok dengan latar belakang gedung Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Industri kendaraan listrik China tidak hanya menyokong target pemangkasan emisinya sendiri, tetapi juga memainkan peran krusial dalam mengurangi emisi karbon di UE maupun seluruh dunia.
Beijing, China (Xinhua) – Komisi Eropa pada Rabu (12/6) mengumumkan daftar bea masuk berbau proteksionisme terhadap impor baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari China, sebuah tindakan picik yang menggembosi perdagangan bebas global, daya saing produsen mobil Uni Eropa (UE), dan kesejahteraan konsumen di tengah tantangan global menuju transisi hijau.Langkah-langkah proteksionis seperti itu mengabaikan fakta dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta melalaikan permohonan dan keputusasaan pemerintah dan industri di banyak negara anggota UE.Langkah seperti itu tidak hanya melanggar hak dan kepentingan sah industri EV China, tetapi juga mendatangkan malapetaka bagi rantai pasokan otomotif global, termasuk di UE. Politisasi dan pemanfaatan isu ekonomi dan perdagangan sebagai senjata oleh UE akan menyabotase atmosfer kerja sama ekonomi dan perdagangan China-UE, merugikan kepentingan konsumen UE, serta merusak transformasi hijau dan kerja sama globalnya dalam perubahan iklim.Rencana tarif baru UE terebut akan menimbulkan kekacauan lain dalam perdagangan bebas global. Karena rantai industri dan pasokan di industri otomotif China dan UE sangat terintegrasi, para pembuat kebijakan UE harus memahami bahwa dalam ekonomi global, pemberlakuan tarif terhadap EV akan makin mendistorsi pasar dan memecah rantai pasokan global, yang akhirnya akan merusak industri otomotif UE sendiri dalam jangka panjang.Rencana tarif baru UE itu juga mengerem inovasi dan daya saing produsen-produsen mobilnya. Beberapa pembuat kebijakan UE memiliki keyakinan yang keliru bahwa tarif dapat melindungi produsen mobilnya dari persaingan di luar negeri. Namun, para pelaku dan eksekutif industri ini dari berbagai produsen mobil terkemuka di Eropa berpendapat bahwa tarif yang lebih tinggi tidak banyak membantu mereka.Para pembuat kebijakan UE harus mengakui bahwa keberhasilan industri EV China berasal dari kerja sama terbuka, bukan proteksionisme. Produsen-produsen mobil yang berpandangan jauh ke depan, seperti Volkswagen dan Stellantis, merasakan momentum pertumbuhan baru setelah meluncurkan perusahaan patungan dengan perusahaan-perusahaan EV China.
Pengunjung terlihat di area pameran produsen NEV China BYD dalam Pameran Otomotif Internasional Beijing 2024 di Beijing, ibu kota China, pada 4 Mei 2024. (Xinhua/Yin Dongxun)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Pakar hukum internasional asal Inggris sebut sejarah Barat buktikan kedaulatan China atas Nanhai Zhudao
Indonesia
•
15 May 2024

Seorang wanita di China dijatuhi hukuman mati atas perdagangan 17 anak
Indonesia
•
26 Oct 2024

Wamenlu Rusia: Rusia dapat tempatkan rudal di Asia jika rudal AS muncul di sana
Indonesia
•
28 Nov 2024

Ukraina sebut PLTA Kakhovka hancur total tanpa bisa diperbaiki
Indonesia
•
07 Jun 2023
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
