
Ini 14 poin kesepakatan damai AS-Iran yang bisa mengubah peta politik dunia

Seorang wanita berjalan di jalanan di Teheran, Iran, pada 8 Juni 2026. (Xinhua)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Para pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (17/6) merilis teks lengkap berisi 14 poin dari nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) antara AS dan Iran, yang dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat (19/6) di Swiss, menurut berbagai laporan media.
Setelah beberapa hari dirahasiakan, para pejabat senior AS membeberkan draf dokumen yang disepakati pada akhir pekan lalu kepada para jurnalis dengan syarat anonimitas, seperti dilansir Associated Press (AP).
Menurut sebuah teks MoU yang dipublikasikan oleh CNN, AS dan Iran sepakat untuk ‘mendeklarasikan penghentian segera dan permanen atas operasi militer di semua front’ serta ‘menghindari ancaman maupun penggunaan kekuatan terhadap satu sama lain.’
Kedua pihak juga berjanji untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing, serta menegosiasikan kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari.
Di bawah teks MoU yang dimuat di situs jejaring CNN, AS akan segera mulai mencabut blokade angkatan lautnya dan secara bertahap melonggarkan sanksi serta pembatasan terhadap Iran setelah kesepakatan tersebut ditandatangani, sementara Iran menegaskan kembali bahwa pihaknya ‘tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.’
Washington juga berkomitmen untuk bekerja dengan para mitra regional dalam menyusun rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi bagi Iran senilai setidaknya 300 miliar dolar AS.
*1 dolar AS = 17.841 rupiah
Sembari menunggu kesepakatan final, kedua pihak setuju untuk mempertahankan status quo dan menghindari langkah-langkah eskalasi, dengan Iran mempertahankan program nuklirnya tanpa perubahan dan AS setuju untuk tidak ‘menjatuhkan sanksi baru apa pun maupun mengerahkan pasukan tambahan di kawasan tersebut,’ menurut draf dokumen tersebut.
Berdasarkan teks yang dipublikasikan oleh CNN, poin terakhir dalam MoU tersebut menyatakan bahwa kesepakatan final akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bersifat mengikat.
AS dan Iran menandatangani MoU tersebut secara elektronik pada Senin (15/6) dan dijadwalkan akan menandatanganinya secara resmi di sebuah resor di Danau Lucerne, Swiss, pada Jumat.
Dokumen tersebut kemungkinan akan ditandatangani oleh presiden dari kedua negara, lapor kantor berita yang dikelola pemerintah Iran, IRIB, pada Rabu (17/6), mengutip pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqhaei.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Budi daya opium di Afghanistan turun 95 persen pascalarangan narkoba
Indonesia
•
06 Nov 2023

Rusia sesalkan keputusan DK PBB terkait investigasi ledakan Nord Stream
Indonesia
•
29 Mar 2023

China peringatkan Filipina untuk tidak "bermain api" terkait masalah Taiwan
Indonesia
•
17 Jan 2024

Forum ‘Clean Energy Ministerial’ luncurkan ‘Biofuture Platform Initiative’
Indonesia
•
18 Sep 2020


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
