
China restorasi 6,7 juta hektare lahan dalam upaya pemulihan ekologi

Foto dari udara yang diabadikan dengan drone ini menunjukkan pemandangan Pulau Guangyang di Chongqing, China barat daya, pada 16 Maret 2024. Pulau Guangyang, pulau hijau terluas di hulu Sungai Yangtze, menjadi tempat untuk belajar tentang restorasi dan perlindungan ekologi bagi wisatawan ekowisata dan siswa sekolah. (Xinhua/Wang Quanchao)
Inisiatif Shan-Shui, yang berarti inisiatif ‘gunung dan sungai’, merupakan upaya ambisius nasional China yang bertujuan untuk merestorasi 10 juta hektare ruang alam, termasuk gunung, hutan, padang rumput, dan jalur air, hingga 2030.
Jinan, China (Xinhua) – China telah merestorasi lebih dari 6,7 juta hektare lahan dalam upaya pemulihan ekologi besar-besaran yang disebut Inisiatif Shan-Shui.Data tersebut dirilis oleh Kementerian Sumber Daya Alam China dalam sebuah acara peringatan Hari Bumi Sedunia di Kota Linyi, Provinsi Shandong, China timur, pada Senin (22/4).Inisiatif Shan-Shui, yang berarti inisiatif ‘gunung dan sungai’, merupakan upaya ambisius nasional China yang bertujuan untuk merestorasi 10 juta hektare ruang alam, termasuk gunung, hutan, padang rumput, dan jalur air, hingga 2030.Dalam sambutannya pada acara tersebut, Ketua Global Solusi Berbasis Alam di Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) Charles Karangwa memuji upaya China, seraya mengatakan bahwa negara itu telah meraih pencapaian yang signifikan dalam konservasi dan restorasi ekosistem.Inisiatif tersebut mencakup 29 wilayah setingkat provinsi. Inisiatif itu mencakup 31 proyek yang berkaitan dengan perlindungan cekungan Sungai Yangtze dan Sungai Kuning, tujuh proyek untuk perlindungan Dataran Tinggi Qinghai-Xizang, dan 21 proyek untuk Program Hutan Penahan Angin Tiga Utara (Three-North Shelterbelt Forest Program), menurut kementerian itu.Inisiatif tersebut juga mencakup 22 proyek yang berkaitan dengan pengembangan China bagian barat, empat proyek revitalisasi China bagian timur laut, empat proyek pengembangan terpadu Delta Sungai Yangtze, serta empat proyek pengembangan terkoordinasi kawasan Beijing-Tianjin-Hebei.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Perubahan iklim picu meningkatnya kekeringan salju
Indonesia
•
06 May 2025

Ilmuwan China pertama kalinya sintesis pati dari karbon dioksida
Indonesia
•
25 Sep 2021

China mulai pemasangan sistem kontrol digital pada reaktor nuklir kecil
Indonesia
•
13 Apr 2024

China berbagi sampel Bulan dengan Rusia dan Prancis
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
