
Studi sebut secangkir kopi sehari bisa cegah irama jantung tidak teratur

Ilustrasi. (Mike Kenneally on Unsplash)
Secangkir kopi setiap hari dapat melindungi dari fibrilasi atrium (atrial fibrillation/AF), kondisi irama jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan gagal jantung, stroke, dan kematian dini.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah studi menemukan secangkir kopi setiap hari dapat melindungi dari fibrilasi atrium (atrial fibrillation/AF), kondisi irama jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan gagal jantung, stroke, dan kematian dini.Para peneliti menemukan manfaat pendukung kesehatan jantung yang mengejutkan dalam kopi, menurut pernyataan yang dirilis pada Senin (10/11) oleh Universitas Adelaide, Australia, yang memimpin studi ini bersama Universitas California, San Francisco (UCSF), di Amerika Serikat (AS).Dalam uji klinis acak pertama yang meneliti hubungan antara kopi dan AF, para ilmuwan menemukan pasien AF yang mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi atau espreso sehari mengalami penurunan risiko kejadian AF berulang sebanyak 39 persen dibandingkan dengan mereka yang menghindari kafein sama sekali, kata pernyataan itu, seraya menambahkan uji coba selama enam bulan tersebut diikuti 200 pasien AF dari Australia, AS, dan Kanada."Ini mengejutkan karena bertentangan dengan anggapan umum oleh dokter dan pasien bahwa kopi memperburuk gangguan irama jantung seperti AF," kata penulis pertama studi tersebut, Christopher X. Wong, yang merupakan profesor di Universitas Adelaide dan Rumah Sakit Royal Adelaide."Berdasarkan hasil ini, pasien AF yang meminum kopi dapat dengan aman terus menikmati kopi mereka. Lebih jauh, mungkin perlu diteliti apakah pasien AF yang tidak minum kopi sebaiknya mempertimbangkan untuk memulainya," imbuh Wong.AF menghalangi jantung memompa darah dengan baik, meningkatkan risiko pembekuan darah dan strok."Kopi meningkatkan aktivitas fisik yang diketahui dapat mengurangi AF. Kafein juga bersifat diuretik yang berpotensi menurunkan tekanan darah dan hasilnya mengurangi risiko AF," kata penulis senior studi itu, Gregory Marcus, yang merupakan profesor dari Divisi Kardiologi UCSF.Beberapa kandungan lain dalam kopi juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat memberikan efek positif, ujar Marcus, sembari menambahkan studi ini dapat mengubah saran medis yang diberikan kepada pasien.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Inovasi dorong keberhasilan penghijauan gurun pasir di Ningxia, China timur laut
Indonesia
•
18 Jun 2024

Emisi gas rumah kaca tahunan Australia turun 1,9 persen
Indonesia
•
26 Feb 2026

Studi ungkap kebakaran ekstrem perkuat pemanasan permukaan lahan pascakebakaran
Indonesia
•
29 Sep 2024

Tim peneliti China capai terobosan dalam teknologi pendinginan hijau
Indonesia
•
22 Jan 2026


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
