Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai

Foto yang diabadikan dengan ponsel ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang tertahan di perairan Selat Hormuz, di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Iran pada Rabu (10/6) menyatakan bahwa 54 awak kapal tewas, 66 lainnya terluka, dan tujuh orang masih dinyatakan hilang dalam berbagai insiden maritim yang berhubungan dengan konflik dan pembatasan pelayaran terkait, menurut data yang dipaparkan dalam pertemuan Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO).

Dalam pidatonya pada sesi ke-76 Komite Kerja Sama Teknis IMO, perwakilan Iran mengatakan insiden-insiden tersebut berdampak terhadap total 360 kapal, termasuk 253 kapal yang tenggelam atau hancur total.

Menurut perwakilan tersebut, konflik dan berbagai pembatasan maritim terkait telah berdampak serius terhadap kapal, awak kapal, operasional pelabuhan, layanan pencarian dan penyelamatan, sistem tanggap darurat, layanan lalu lintas kapal, fasilitas komunikasi, serta infrastruktur keselamatan pelayaran.

Berdasarkan data yang dipaparkan Iran, sebanyak 28 awak kapal sempat disandera selama periode tersebut, dengan lima orang di antaranya hingga kini masih ditahan.

Perwakilan Iran juga melaporkan kerusakan pada empat gedung operasi maritim, empat stasiun kendali layanan lalu lintas kapal, dan delapan unit relai komunikasi. Fasilitas-fasilitas itu disebut sebagai fasilitas vital yang mendukung keselamatan navigasi, koordinasi keadaan darurat, serta pengelolaan lalu lintas maritim.

Dalam dokumen yang diserahkan kepada komite pada 8 Juni, Iran menyatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat (AS) yang dinamai "AS akan Memblokade Kapal yang Masuk atau Keluar dari Pelabuhan Iran", beserta berbagai pembatasan terkait lainnya, telah mengganggu aktivitas pelayaran komersial, akses ke pelabuhan, perencanaan pelayaran, keselamatan navigasi, serta pergerakan kapal dan awak kapal.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait