
Lebih dari 1.000 warga Palestina tewas akibat serangan Israel dalam 2 pekan terakhir

Foto yang diabadikan di sebuah pemakaman di Gaza City pada hari pertama Idul Fitri pada 30 Maret 2025 ini menunjukkan seorang warga Palestina sedang mengunjungi makam kerabatnya yang tewas akibat serangan tentara Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel kembali melancarkan serangan intensif pada 18 Maret 2025 di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 1.001 warga Palestina dan melukai 2.359 lainnya.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 1.001 warga Palestina tewas dan 2.359 lainnya luka-luka sejak Israel kembali melancarkan serangan intensif pada 18 Maret di Jalur Gaza, demikian menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Senin (31/3).Sebanyak 80 jenazah dan 305 korban luka dilarikan ke berbagai rumah sakit di Jalur Gaza dalam 48 jam terakhir, kata otoritas kesehatan dalam sebuah pernyataan. Pihak otoritas kesehatan juga menyebutkan bahwa masih ada sejumlah korban yang terjebak di bawah reruntuhan, tetapi ambulans dan petugas pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.
Foto yang diabadikan di Rumah Sakit Al-Ahli Arab di Gaza City pada 24 Maret 2025 ini menunjukkan warga Palestina berkabung untuk kerabat mereka yang tewas akibat bombardir Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran melunak soal kesepakatan nuklir saat AS kerahkan lebih banyak pesawat tempur
Indonesia
•
25 Feb 2026

Iran mampu produksi bom atom tapi pilih untuk tidak melakukannya
Indonesia
•
01 Aug 2022

Serikat pekerja UAW di AS capai kesepakatan tentatif dengan GM
Indonesia
•
31 Oct 2023

Pejabat China tekankan kerja sama maritim internasional
Indonesia
•
10 Nov 2023


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
