
Israel perluas perintah evakuasi rumah sakit, kamp pengungsi, dan kantor kemanusiaan di Lebanon

Sejumlah orang melewati sebuah mobil yang rusak akibat serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, pada 9 April 2026. (Xinhua/Bilal Jawich)
Perintah pengungsian diperluas ke wilayah yang mencakup dua kamp pengungsi Palestina, 13 tempat penampungan kolektif yang menampung lebih dari 6.000 orang, kantor badan PBB untuk pengungsi Palestina, dan beberapa LSM nasional maupun internasional, serta Rumah Sakit Pemerintah Rafik Hariri, yang merupakan rumah sakit umum terbesar di Lebanon.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Israel pada Kamis (9/4) memperluas perintah evakuasi di pinggiran selatan Beirut yang mencakup rumah sakit umum terbesar di Lebanon, kamp-kamp pengungsi, tempat penampungan pengungsi, serta kantor-kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan LSM, demikian disampaikan oleh badan kemanusiaan PBB.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa perintah pengungsian diperluas ke wilayah yang mencakup dua kamp pengungsi Palestina, 13 tempat penampungan kolektif yang menampung lebih dari 6.000 orang, kantor badan PBB untuk pengungsi Palestina, dan beberapa LSM nasional maupun internasional, serta Rumah Sakit Pemerintah Rafik Hariri, yang merupakan rumah sakit umum terbesar di Lebanon.
"Perintah evakuasi tersebut juga mencakup lebih dari 20 lokasi yang digunakan oleh mitra kemanusiaan kami untuk memberikan bantuan dan layanan kepada orang-orang yang membutuhkan," kata OCHA.
OCHA mengatakan bahwa bendera di gedung-gedung pemerintahan dan kantor-kantor PBB dikibarkan setengah tiang usai serangkaian serangan udara mematikan Israel pada Rabu (8/4) di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan. Otoritas melaporkan lebih dari 200 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya luka-luka, sehingga rumah sakit kewalahan. Banyak korban lain dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Kantor PBB untuk Hak Asasi Manusia menggambarkan salah satu lokasi serangan di Beirut sebagai "mengerikan dan sebuah pemandangan kehancuran, dengan banyak jenazah ditemukan dari reruntuhan." Mitra-mitra kemanusiaan mengatakan bahwa serangan berlanjut semalaman dan pada Kamis, dengan serangan udara menghantam wilayah-wilayah di pinggiran selatan.
"Laporan mengenai hancurnya jembatan pesisir Qasmiyeh di Lebanon selatan kian mengisolasi wilayah-wilayah di selatan Sungai Litani, sehingga membatasi pergerakan penduduk dan akses bantuan kemanusiaan bagi sedikitnya 106.000 orang," kata OCHA.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenlu China: Tidak ada ruang untuk negosiasi atau kompromi soal prinsip Satu China
Indonesia
•
03 Dec 2024

Putin dukung sikap Trump soal penyelesaian konflik Ukraina, tapi masih ada "isu belum terselesaikan"
Indonesia
•
16 Mar 2025

Kuba kecam AS karena "berbohong" soal blokade bahan bakar
Indonesia
•
30 Mar 2026

Xi Jinping gelar pembicaraan dengan presiden Honduras
Indonesia
•
14 Jun 2023


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026

Ganggu penerbangan sipil, Israel minta pesawat militer AS tinggalkan bandara Ben Gurion
Indonesia
•
12 May 2026

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026
