
PBB sebut 280.000 warga Gaza kembali mengungsi

Warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka di lingkungan Shuja'iyya terlihat di Gaza City pada 3 April 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel semakin sering mengeluarkan perintah evakuasi, yang kembali memaksa warga Gaza untuk mengungsi demi mencari keselamatan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Diperkirakan 280.000 warga Gaza kembali mengungsi sejak meningkatnya konflik dua pekan lalu, dengan beberapa dari mereka terpaksa pindah ke tempat penampungan yang penuh sesak serta dipenuhi kutu dan tungau, menurut badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (3/4).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa Israel semakin sering mengeluarkan perintah evakuasi, yang kembali memaksa orang-orang untuk mengungsi demi mencari keselamatan."Semakin banyak warga yang pindah ke tempat penampungan yang tersisa, yang sudah penuh sesak," kata OCHA. "Gigitan kutu dan tungau dilaporkan menyebabkan ruam kulit serta masalah kesehatan lainnya."
Warga Palestina yang meninggalkan rumah mereka di lingkungan Shuja'iyya terlihat di Gaza City pada 3 April 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap dampak sosial merekam dengan ponsel saat acara berlangsung
Indonesia
•
08 Jan 2026

Acara memuliakan Ka’bah adalah pendekatan yang konsisten bagi Kerajaan
Indonesia
•
02 Aug 2023

China lakukan persiapan proaktif untuk hadapi pandemik di masa depan
Indonesia
•
11 Mar 2024

UNHCR: Dalam 5 tahun, sekitar 1 juta pengungsi Sudan Selatan pulang ke negara mereka
Indonesia
•
02 Nov 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
