
Netanyahu: Israel terbuka untuk berunding jika Hamas lucuti senjata dan lepaskan kendali

Warga Palestina yang terpaksa mengungsi dari daerah Al-Shayma di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, terlihat di sebuah jalan di Gaza City pada 22 Maret 2025. (Xinhua/Abdul Rahman Salama)
Israel siap merundingkan berakhirnya konflik di Gaza, tetapi hanya jika Hamas menyerahkan senjatanya dan melepaskan kendali atas daerah kantong yang terkepung tersebut.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad (30/3) menyatakan Israel siap merundingkan berakhirnya konflik di Gaza, tetapi hanya jika Hamas menyerahkan senjatanya dan melepaskan kendali atas daerah kantong yang terkepung tersebut.Berbicara di awal rapat kabinet mingguan, Netanyahu mengatakan Israel siap membahas resolusi final, di mana "para pemimpin Hamas nantinya diizinkan pergi, kami akan memastikan keamanan umum di Jalur Gaza, dan kami akan memungkinkan implementasi rencana Trump untuk imigrasi sukarela."Dia mengatakan tekanan militer terhadap Hamas terbukti efektif, melemahkan kemampuan militer dan pemerintahan kelompok tersebut sekaligus menciptakan kondisi untuk pembebasan sandera Israel.Netanyahu mengatakan kabinet keamanan telah memutuskan semalam untuk meningkatkan tekanan militer, dan menambahkan "kami bernegosiasi di bawah tekanan, dan oleh karena itu hal ini efektif. Kami melihat ada celah-celah yang tiba-tiba muncul."Menyangkal tudingan bahwa pemerintah tidak memprioritaskan pemulangan para sandera, Netanyahu mengatakan, "Kami sedang berusaha dan berniat memulangkan mereka. Sejauh ini, kombinasi tekanan militer dan politik merupakan satu-satunya faktor yang menjamin pembebasan para sandera."Mengenai Lebanon, dia mengatakan militer Israel melaksanakan gencatan senjata "dengan tegas dan optimal" serta meminta Beirut mencegah serangan dari wilayahnya.Netanyahu juga menyatakan dukungannya terhadap aksi militer AS atas Houthi di Yaman, mengatakan, "Kami memiliki aliansi dengan kekuatan terbesar di dunia, dan aliansi ini mendukung kami di sana dan di medan lainnya tanpa syarat."Pasukan Israel kembali melancarkan serangan di Gaza pada 18 Maret, yang secara efektif mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas yang telah berlangsung sejak 19 Januari.Pada Jumat (28/3), Israel melakukan serangan udara di Beirut, yang pertama sejak menandatangani gencatan senjata dengan Hizbullah pada November lalu.Eskalasi ini menimbulkan kekhawatiran akan ketidakstabilan regional yang lebih luas, memicu masyarakat internasional mengutuk kekerasan dan menyerukan untuk menahan diri.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump peringatkan Netanyahu: Jika serang Iran lagi, Israel akan bertempur sendirian
Indonesia
•
09 Jun 2026

PBB: Pembukaan kembali kedubes Iran di Arab Saudi bermanfaat bagi kawasan
Indonesia
•
07 Jun 2023

PBB: Ratusan tentara anak pemberontak Houthi tewas dalam perang Yaman
Indonesia
•
30 Jan 2022

China tegas tolak standar ganda dalam kontraterorisme
Indonesia
•
28 Dec 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
