
Israel ajukan proposal penarikan pasukan baru dalam perundingan gencatan senjata Gaza

Warga Palestina membawa barang-barang mereka dan mengungsi dari area permukiman al-Tuffah di Gaza City timur pada 29 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel telah mengajukan proposal baru kepada tim mediator Qatar untuk penarikan sebagian pasukannya dari Gaza, di tengah pembicaraan tidak langsung mengenai kesepakatan gencatan senjata untuk sandera dengan Hamas.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel telah mengajukan proposal baru kepada tim mediator Qatar untuk penarikan sebagian pasukannya dari Gaza, di tengah pembicaraan tidak langsung mengenai kesepakatan gencatan senjata untuk sandera dengan Hamas, menurut laporan stasiun televisi milik pemerintah Israel, Kan TV, pada Rabu (9/7).Menurut laporan tersebut, Israel menyerahkan peta baru di Doha yang menguraikan penarikan mundur sebagian pasukan dari Koridor Morag, sebuah area antara Rafah dan Khan Younis, kota terbesar di Gaza selatan, yang telah direbut oleh pasukan Israel dan dijadikan sebagai zona militer yang diperkuat.Koridor yang didirikan pada April lalu itu merupakan salah satu dari beberapa "zona keamanan" yang diciptakan Israel dengan menghancurkan bangunan dan infrastruktur untuk memisahkan daerah kantong tersebut. Para pejabat Israel sebelumnya mengatakan militer mereka tidak akan menarik diri dari Koridor Morag.Pejabat tersebut mengatakan proposal baru ini menandai "kemajuan substansial" dalam negosiasi tersebut.Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan: "Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan di Gaza." Namun, dia memperingatkan bahwa tidak ada yang pasti. Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa (8/7), untuk melakukan pembicaraan yang berfokus pada kemungkinan kesepakatan, menurut Netanyahu. Namun, tidak ada terobosan yang diumumkan setelah pertemuan tersebut.Di pihak Palestina, Hamas pada Rabu malam waktu setempat merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa mereka setuju untuk membebaskan 10 sandera sebagai bagian dari negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung.Sebelumnya pada Rabu yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina Mohammed Al-Hindi mengatakan kepada TV Al-Araby Qatar bahwa tidak ada terobosan nyata yang dicapai dalam negosiasi yang sedang berlangsung, karena masih adanya ketidaksepakatan mengenai sejumlah isu utama seperti penarikan pasukan Israel, masuknya bantuan kemanusiaan, dan jaminan untuk fase pascagencatan senjata.Tim negosiator telah berada di Doha sejak Ahad (6/7) untuk melakukan pembicaraan tidak langsung mengenai proposal gencatan senjata selama 60 hari yang didukung oleh AS. Kesepakatan tersebut akan mencakup pembebasan 10 sandera yang masih hidup dan jenazah beberapa sandera lainnya. Israel memperkirakan sekitar 50 sandera masih ditahan di Gaza, dengan sekitar 20 orang diyakini masih hidup.Israel melancarkan serangan pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan pimpinan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 250 orang disandera. Menurut otoritas di Gaza, sedikitnya 57.680 orang tewas sejak dimulainya perang tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Organisasi: ‘Islam politik’ adalah ideologi ekstremis tak ada kaitan dengan syariah
Indonesia
•
02 Nov 2020

Presiden Biden ‘menghilang’ dari foto bersama APEC dan G20
Indonesia
•
21 Nov 2024

Israel kirim delegasi untuk perundingan gencatan senjata Gaza di Paris
Indonesia
•
24 Feb 2024

Arab Saudi dukung semua upaya perdamaian Palestina-Israel
Indonesia
•
24 Sep 2020


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
