Lebih dari 60.000 ekor unggas air habiskan musim dingin di Gansu, China barat laut

Foto dari udara menunjukkan bangau leher hitam di lahan basah Danau Gahai di wilayah Luqu, Prefektur Otonom Etnis Tibet Gannan, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 2 Juni 2021. (Xinhua/Du Zheyu)
Jalur migrasi unggas internasional saat musim dingin bertemu di Gansu, China barat laut, menyatukan spesies yang terbang dari Asia Tengah ke India dan dari Asia Timur ke Australia.
Lanzhou, China (Xinhua) – Provinsi Gansu di China barat laut telah mencatat 60.128 ekor unggas air yang menghabiskan musim dingin dari 2022 hingga 2023, rekor tertinggi dalam hal jumlah unggas dan jumlah spesies unggas.Didukung oleh biro kehutanan dan padang rumput tingkat provinsi setempat, para pakar, pejabat administrasi cagar alam, organisasi perlindungan satwa liar, dan pencinta unggas membentuk 29 tim investigasi untuk melakukan upaya pemantauan dan survei pada musim dingin kali ini.Sebagian besar unggas air yang menghabiskan musim dingin tercatat berada di lembah-lembah sungai pedalaman Gansu sebelah barat Sungai Kuning, yang mencakup lebih dari 88 persen dari total populasi unggas, ujar Zhang Lixun, kepala tim pemantauan dan perlindungan keanekaragaman hayati satwa liar dari Fakultas Ekologi di Universitas Lanzhou.Sungai Heihe, sungai pedalaman terbesar kedua di China, menjadi habitat utama unggas air yang menghabiskan musim dingin di provinsi tersebut selama periode ini, dengan lebih dari 26.000 unggas terpantau. Mayoritas unggas liar yang tercatat adalah anseriformes, tambah Zhang.Selain itu, enam ekor ibis jambul, yang merupakan spesies unggas langka, juga terlihat menghabiskan musim dingin di Gansu untuk pertama kalinya.Ibis jambul, dengan jambul merahnya yang ikonis dan paruh hitamnya yang panjang, di masa lalu tersebar luas di seluruh Asia Timur dan Siberia di Rusia. Spesies tersebut sempat dianggap telah punah di China sampai tujuh ekor ibis jambul liar ditemukan di wilayah Yangxian, Shaanxi, pada 1981, sebuah penemuan yang memicu penangkaran dan meningkatkan perlindungan terhadap spesies tersebut.Gansu terletak pada dua jalur migrasi unggas internasional, yaitu dari Asia Tengah ke India dan dari Asia Timur ke Australia. Provinsi itu merupakan habitat yang penting secara global bagi unggas air untuk menghabiskan musim dingin dan melakukan pembiakan, yang juga memasok nutrisi bagi unggas-unggas yang bermigrasi.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Berkat teknologi tinggi, peneliti berhasil hitung emisi karbon global dari pembakaran biomassa
Indonesia
•
07 Aug 2024

Observatorium Astronomi China temukan komet baru
Indonesia
•
18 Jan 2025

Tim ilmuwan wujudkan komunikasi kuantum yang aman berjarak 10.000 km pertama di dunia
Indonesia
•
20 Mar 2025

Iran pamerkan manuver sistem pertahanan udara buatan dalam negeri
Indonesia
•
01 Mar 2023
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026
