
Brunei luncurkan rute pengiriman peti kemas langsung pertama ke China

Brunei pada Sabtu (8/7/2023) membuka sebuah rute pengiriman peti kemas antara Pelabuhan Muara, satu-satunya pelabuhan laut dalam di negaranya, dengan Pelabuhan Teluk Beibu di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, menandai rute pertama dari jenisnya antara negara Asia Tenggara tersebut dan China. (Xinhua)
Jalur pelayaran peti kemas baru dari Pelabuhan Muara sangat penting bagi pengembangan ekonomi Brunei dan Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philipines East ASEAN Growth Area/BIMP-EAGA) karena akan memfasilitasi impor dan ekspor, serta membuka pasar-pasar baru.
Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam (Xinhua) – Brunei pada Sabtu (8/7) membuka sebuah rute pengiriman peti kemas antara Pelabuhan Muara, satu-satunya pelabuhan laut dalam di negaranya, dengan Pelabuhan Teluk Beibu di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, menandai rute pertama dari jenisnya antara negara Asia Tenggara tersebut dan China.Dalam upacara peluncuran pelayaran kapal peti kemas perdana di rute itu, Haji Mohd Amin Liew, menteri di kantor Perdana Menteri Brunei sekaligus menteri kedua bidang keuangan dan ekonomi Brunei, mengatakan bahwa jalur pelayaran peti kemas baru tersebut sangat penting bagi pengembangan ekonomi Brunei dan Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philipines East ASEAN Growth Area/BIMP-EAGA) karena akan memfasilitasi impor dan ekspor, serta membuka pasar-pasar baru.Wakil Gubernur Guangxi Cai Lixin, yang sedang berkunjung, mengatakan bahwa pembukaan rute baru itu merupakan peristiwa penting dalam penguatan kerja sama China dengan kawasan BIMP-EAGA serta percepatan pembangunan Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru.Rute baru tersebut memiliki signifikansi yang tinggi bagi kemajuan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara China dan Brunei, ujarnya."Pada Februari 2017, Guangxi Beibu Gulf International Port Group Company Ltd. dan Darussalam Assets dari Brunei membentuk sebuah usaha patungan (joint venture) untuk mengoperasikan terminal peti kemas Pelabuhan Muara, menyuntikkan vitalitas baru ke pelabuhan itu," ujar Duta Besar China untuk Brunei Xiao Jianguo dalam acara tersebut.Pembukaan rute pengiriman peti kemas baru tersebut menandai kemajuan lainnya dalam konektivitas infrastruktur dan arus perdagangan antara China dan Brunei, yang akan memfasilitasi hubungan perdagangan dan ekonomi bilateral serta membantu upaya diversifikasi ekonomi Brunei, tambah duta besar itu.Upacara tersebut dihadiri oleh sekitar 150 orang termasuk sejumlah pejabat senior dari pemerintahan Brunei, perwakilan perusahaan-perusahaan China, serta sejumlah tokoh dari berbagai kalangan di Brunei.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kajian Ilmiah – Kaum Muslimin diharapkan paham ilmu agama sebelum berbisnis
Indonesia
•
30 Sep 2024

Xi Jinping dorong BRICS masuki ‘dekade emas ketiga’ dengan kekuatan Global South
Indonesia
•
14 Sep 2026

Inovasi dan media sosial jadi langkah NAVAKA kembangkan bisnis perabotan
Indonesia
•
15 Oct 2024

Trump resmi tanda tangani RUU Stablecoin
Indonesia
•
21 Jul 2025


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
