
Gua-gua China yang terdaftar di UNESCO adopsi jaringan pemantauan gempa canggih

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 2 November 2024 ini menunjukkan pemandangan Kompleks Gua Maijishan di Tianshui, Provinsi Gansu, China barat laut. (Xinhua/Lang Bingbing)
Jaringan pemantauan seismik berskala besar, yang merupakan jaringan pemantauan seismik terkemuka untuk gua-gua di China, telah rampung dibangun di Kompleks Gua Maijishan yang berada di Provinsi Gansu, China barat laut.
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Jaringan pemantauan seismik berskala besar, yang merupakan jaringan pemantauan seismik terkemuka untuk gua-gua di China, telah rampung dibangun di Kompleks Gua Maijishan yang berada di Provinsi Gansu, China barat laut, pada Selasa (13/5), salah satu dari empat kompleks gua utama di negara tersebut.Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peringatan dini terhadap gempa bumi bagi Situs Warisan Dunia UNESCO yang berusia 1.600 tahun tersebut, yang secara historis pernah mengalami kerusakan akibat gempa bumi, sekaligus menjadi model dalam upaya perlindungan gua-gua lain di seluruh China.Jaringan pemantauan itu mengintegrasikan lebih dari 200 stasiun seismik dalam radius 100 kilometer dari lokasi gua serta enam stasiun yang berada di tebing, menurut Zhou Weidong, seorang insinyur senior di Badan Gempa Bumi Provinsi Gansu (Gansu Earthquake Agency).Sistem tersebut memungkinkan pelacakan aktivitas dan getaran gempa bumi secara waktu nyata (real-time) melalui transmisi data secara berkala dan pemodelan tiga dimensi (3D), serta memberikan dukungan ilmiah untuk perumusan strategi antiseismik yang disesuaikan, menurut badan tersebut."Data itu akan memberikan wawasan penting untuk upaya-upaya pelestarian dan penguatan di masa mendatang," ujar Zhou.Dalam pekerjaan konservasi sehari-hari, para insinyur juga menggunakan seismometer nodal untuk menganalisis pola getaran di sepanjang jalur pejalan kaki dan tebing. Teknologi identifikasi kerusakan yang canggih membantu mengidentifikasi masalah-masalah struktural dengan presisi tingkat milimeter, sehingga dapat memandu perbaikan secara tepat waktu.Kompleks Gua Maijishan dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia pada 2014. Situs ini memiliki 221 gua yang diukir di tebing, dihubungkan dengan jalur pejalan kaki ‘gantung’ sepanjang 1,5 km, dengan jalur tertinggi mencapai lebih dari 70 meter di atas permukaan tanah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Proyek megafactory baru Tesla di Shanghai resmi diluncurkan
Indonesia
•
23 Dec 2023

Helikopter Apache Boeing capai 5 juta jam terbang
Indonesia
•
03 Mar 2023

China izinkan spektrum 6GHz untuk sistem 5G dan 6G
Indonesia
•
29 Jun 2023

Ukiran batu berusia ratusan tahun ditemukan di Gunung Taishan, China
Indonesia
•
14 Aug 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
