
Jubir Kemenlu China: Asia Timur bukanlah arena kontes geopolitik

Foto dari udara yang diabadikan pada 24 Februari 2020 ini menunjukkan lahan basah Haizhu dan Canton Tower di kejauhan di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Xie Huiqiang)
Kawasan Asia Timur paling damai dan stabil di dunia, serta wilayah yang menjanjikan untuk kerja sama dan pembangunan, sehingga bukanlah arena kontes geopolitik, tegas jubir Zhao Lijian.
Beijing, China (Xinhua) – Asia Timur merupakan salah satu kawasan paling damai dan stabil di dunia serta kawasan yang menjanjikan untuk kerja sama dan pembangunan. Asia Timur bukanlah arena untuk kontes geopolitik, demikian disampaikan juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Senin (7/11).Jubir Zhao Lijian melontarkan pernyataan tersebut dalam konferensi pers harian ketika diminta untuk mengomentari laporan bahwa Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada dalam konferensi pers pada 4 November lalu mengatakan bahwa Jepang telah resmi bergabung dengan pusat pertahanan siber Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO).Dalam banyak kesempatan, NATO telah secara terbuka menyatakan bahwa mereka akan tetap menjadi aliansi regional dan tidak mencari terobosan geopolitik. Asia-Pasifik terletak di luar cakupan geografis Atlantik Utara dan tidak memerlukan replika NATO, kata Zhao."Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat NATO terus memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia-Pasifik. Apa yang sebenarnya ingin dilakukan NATO? Ini membutuhkan kewaspadaan tinggi di komunitas internasional, khususnya negara-negara Asia-Pasifik," ujar Zhao."Asia Timur merupakan salah satu kawasan paling damai dan stabil di dunia serta kawasan yang menjanjikan untuk kerja sama dan pembangunan. Asia Timur bukanlah arena kontes geopolitik," kata Zhao, seraya menambahkan bahwa mengingat sejarah agresi luar negeri yang dilakukan oleh militerisme Jepang selama satu abad terakhir, negara-negara tetangga Jepang di Asia dan komunitas internasional sangat memperhatikan tendensi militer dan keamanan Jepang."Yang seharusnya dilakukan Jepang adalah memetik pelajaran dari sejarah, tetap berkomitmen pada jalur pembangunan yang damai, serta menghindari melakukan hal-hal yang dapat merusak kepercayaan sekaligus memengaruhi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Inggris umumkan kesepakatan baru senilai 1,6 miliar poundsterling bagi Ukraina untuk beli rudal
Indonesia
•
04 Mar 2025

Jaksa Agung AS peringatkan meningkatnya ancaman terkait konflik Israel-Hamas
Indonesia
•
26 Oct 2023

Laporan: Dampak krisis iklim memburuk di Jerman
Indonesia
•
29 Nov 2023

Fokus Berita – Forum Davos Musim Panas desak kerja sama global dalam transisi energi dan perubahan iklim
Indonesia
•
30 Jun 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
