
Pentagon: AS akan kirim kapal perang dan jet tempur ke Mediterania Timur

Foto yang diabadikan pada 19 Februari 2020 ini menunjukkan gedung Pentagon yang terlihat dari sebuah pesawat di langit Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Kabinet Keamanan Israel secara resmi mengumumkan bahwa "Israel sedang berperang," dan mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan melakukan "operasi militer signifikan" di Gaza dalam beberapa hari ke depan.
Washington, AS (Xinhua) – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin pada Ahad (8/10) mengatakan bahwa Pentagon akan mengirim kapal perang dan jet tempur ke wilayah Mediterania Timur sebagai bentuk dukungan terhadap Israel di tengah eskalasi konflik antara pasukan Israel dan pejuang Hamas.Austin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dirinya telah mengarahkan mobilisasi Kelompok Serangan Kapal Induk USS Gerald R. Ford, yang terdiri dari sebuah kapal induk, sebuah kapal jelajah berpeluru kendali, dan empat kapal perusak berpeluru kendali, ke Mediterania Timur.Pentagon juga telah "mengambil langkah-langkah untuk memperkuat skuadron pesawat tempur F-35, F-15, F-16, dan A-10 Angkatan Udara AS di wilayah tersebut," ujar sang menteri.Dia menambahkan bahwa pemerintah AS "akan segera menyediakan peralatan dan sumber daya tambahan bagi Pasukan Pertahanan Israel, termasuk amunisi."
Seorang anak yang luka-luka akibat serangan udara Israel dilarikan ke rumah sakit di Gaza City pada 9 Oktober 2023. Jumlah korban tewas dan luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza masing-masing bertambah menjadi 687 dan 3.726 orang, ungkap pembaruan informasi terkini dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin (9/10). Jumlah korban tewas akibat serangan mendadak Hamas akhir pekan lalu di Israel selatan bertambah menjadi lebih dari 900 orang, papar laporan media milik pemerintah Israel, Kan TV, pada Senin. Sementara itu, jumlah korban luka yang dirawat di rumah sakit bertambah menjadi 2.616 orang, termasuk 25 orang yang berada dalam kondisi kritis, demikian menurut laporan terbaru Kementerian Kesehatan Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Denmark: Investigasi awal tunjukkan kebocoran jalur pipa Nord Stream karena ledakan
Indonesia
•
19 Oct 2022

Analis: Diplomasi vaksin China tekan Taiwan secara internasional
Indonesia
•
07 Mar 2021

Gedung Putih umumkan bantuan senjata senilai 300 miliar dolar AS untuk Ukraina
Indonesia
•
14 Mar 2024

Taiwan terapkan Sistem Identitas Asli untuk pembelian masker
Indonesia
•
12 Mar 2020


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
