
Arab Saudi tuntut penarikan pasukan UEA dari Yaman menyusul serangan udara di Pelabuhan Mukalla

Foto dokumentasi menunjukkan tentara Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) berkumpul saat mereka bersiap meninggalkan Provinsi Abyan, Yaman selatan, pada 16 Desember 2020. (Xinhua/Str)
Kabinet Saudi menyerukan Uni Emirat Arab untuk menarik pasukannya dari Yaman dalam waktu 24 jam dan mengakhiri semua dukungan untuk kelompok separatis, yang menandakan keretakan tajam terbuka antara dua kekuatan Teluk tersebut.
Riyadh, Arab Saudi (Xinhua/Indonesia Window) – Kabinet Saudi pada Selasa (30/12) menyerukan kepada Uni Emirat Arab (UEA) untuk menarik pasukannya dari Yaman dalam waktu 24 jam dan mengakhiri semua dukungan untuk kelompok separatis, yang menandakan keretakan tajam terbuka antara dua kekuatan Teluk tersebut.Pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita milik negara, Saudi Press Agency, itu memperingatkan bahwa Riyadh akan mengambil "langkah-langkah yang diperlukan" guna melindungi keamanan nasionalnya dan menggambarkan perkembangan terkini sebagai "eskalasi yang tidak berdasar" yang merusak stabilitas dan bertentangan dengan prinsip-prinsip koalisi pimpinan Arab Saudi.Ketegangan meningkat akibat tindakan Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) Yaman, yang baru-baru ini merebut sebagian besar wilayah Provinsi Hadramout yang kaya akan cadangan minyak dan Kegubernuran Al-Mahrah di Yaman timur, wilayah yang dianggap Riyadh sebagai "garis merah" karena kedekatannya dengan Arab Saudi dan konsentrasi cadangan energi Yaman yang tersisa.Kabinet Saudi menyatakan penyesalan atas kegagalan upaya deeskalasi dan menuduh UEA tidak menghormati komitmen sebelumnya, serta menegaskan kembali dukungan penuh untuk Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman (Presidential Leadership Council/PLC) beserta ketuanya, Rashad al-Alimi.Meskipun merupakan bagian dari PLC, STC Yaman telah lama mendorong kemerdekaan Yaman selatan dan menuduh pemerintah yang diakui secara internasional, yang kini berbasis di Kota Aden di Yaman selatan setelah digulingkan oleh pasukan Houthi pada 2014, gagal dalam melawan serangan Houthi.Kelompok separatis tersebut memegang kendali yang signifikan di Aden dan kota-kota selatan lainnya, dan dilaporkan menerima dukungan dari UEA, yang telah memancing kemarahan Arab Saudi, pendukung utama pemerintah yang diakui.Sebelumnya pada Selasa, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan akan menarik pasukan yang tersisa dari Yaman, dengan alasan kekhawatiran bahwa perkembangan terkini "dapat memengaruhi keamanan dan efektivitas operasi kontraterorisme mereka." Kementerian tersebut tidak memberikan jangka waktu dan membantah menekan pihak Yaman mana pun untuk melakukan operasi yang mengancam keamanan Arab Saudi.Ketegangan diplomatik meningkat setelah serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi menargetkan sejumlah kendaraan di Pelabuhan Mukalla di Hadramout, yang menurut Riyadh ditargetkan untuk pasukan STC. Kementerian Luar Negeri UEA membantah klaim tersebut, mengatakan bahwa kendaraan-kendaraan kargo itu tidak membawa senjata dan telah dikoordinasikan dengan otoritas Arab Saudi.Setelah serangan di pelabuhan tersebut, pemimpin Yaman al-Alimi membatalkan perjanjian pertahanan bersama dengan UEA dan memerintahkan semua pasukan Emirat untuk meninggalkan Yaman dalam waktu 24 jam.Perselisihan publik ini menandai pergeseran bagi kekuatan-kekuatan Teluk, yang secara tradisional mengandalkan diplomasi senyap untuk mengelola perbedaan di Yaman, dan menimbulkan tantangan paling signifikan terhadap strategi regional bersama mereka dalam beberapa tahun terakhir.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China serukan AS akhiri penindasan tak masuk akal terhadap perusahaan China
Indonesia
•
13 Apr 2024

China-Rusia berjanji tingkatkan hubungan dan kerja sama SCO
Indonesia
•
06 May 2023

Xi dan Biden lakukan pembicaraan jujur dan konstruktif via telepon
Indonesia
•
03 Apr 2024

Sekjen PBB serukan peran Afrika dalam arsitektur perdamaian dan keamanan global
Indonesia
•
25 May 2024


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
