
Lebih dari 100 eks pejabat dan anggota parlemen dari Partai Republik dukung Kamala Harris jadi presiden AS

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris, yang juga merupakan calon presiden dari Partai Demokrat, berpidato dalam sebuah kampanye di hanggar bandara di luar Detroit, Michigan, AS, pada 7 Agustus 2024. (Xinhua/Hu Yousong)
Kandidat dari Partai Republik sekaligus mantan presiden AS Donald Trump dinilai "tidak layak untuk kembali menjabat sebagai presiden."
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 100 mantan pejabat dan anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik menyatakan dukungan terhadap calon presiden dari Partai Demokrat, Wakil Presiden AS Kamala Harris, pada Rabu (18/9), seraya menyebut kandidat dari Partai Republik sekaligus mantan presiden AS Donald Trump "tidak layak untuk kembali menjabat sebagai presiden."Dalam surat yang dibagikan oleh tim kampanye Harris, 111 anggota Partai Republik, termasuk sejumlah mantan pejabat yang menjabat pada masa pemerintahan mantan presiden Ronald Reagan, George H.W. Bush, George W. Bush, dan Trump, mengatakan bahwa meskipun mereka tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan Harris, "kami percaya bahwa dia memiliki karakteristik yang penting untuk menjabat sebagai presiden, sedangkan Donald Trump tidak.""Sebagai presiden," demikian tertulis dalam surat itu, Trump "menciptakan kekacauan harian dalam pemerintahan, memuji musuh-musuh kita dan melemahkan sekutu-sekutu kita, memolitisasi militer dan merendahkan para veteran kita, memprioritaskan kepentingan pribadinya di atas kepentingan Amerika, dan mengkhianati nilai-nilai, demokrasi, dan dokumen-dokumen pendirian negara ini."Mereka mengecam hasutan Trump untuk menyerang Capitol pada 6 Januari 2021, mengatakan bahwa "dia telah melanggar sumpah jabatannya dan membawa ancaman bagi negara kita.""Siapa pun yang mengutamakan dirinya sendiri di atas Konstitusi tidak boleh menjadi presiden AS," sebut surat itu, mengutip pernyataan mantan wakil presiden AS Mike Pence.Para tokoh yang ikut menandatangani surat itu meliputi dua mantan menteri pertahanan, Chuck Hagel dan William S. Cohen; dua mantan direktur Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA), Michael V. Hayden dan William H. Webster; serta satu mantan direktur intelijen nasional, John D. Negroponte.Robert B. Zoellick, mantan presiden Bank Dunia, dan delapan mantan anggota Kongres juga mendukung surat tersebut.Surat itu dikeluarkan beberapa hari setelah mantan wakil presiden AS Dick Cheney dan putrinya Liz Cheney, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dan salah satu kritikus konservatif Trump yang paling lantang, mengumumkan bahwa mereka akan memilih Harris.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Barat tuduh China rebut teritorial Laut China Selatan dengan banyak konstruksi
Indonesia
•
21 Dec 2022

Menlu Israel sebut pihaknya terbuka untuk jalin hubungan resmi dengan Suriah dan Lebanon
Indonesia
•
01 Jul 2025

Meski sepakati gencatan senjata di Gaza, Netanyahu sebut operasi militer Israel "belum berakhir"
Indonesia
•
13 Oct 2025

Rusia akan tutup jalur pipa gas Nord Stream selama 3 hari
Indonesia
•
20 Aug 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
