
Catat rekor altitudo, kapal udara besutan China panen energi bersih

Foto yang diabadikan pada 10 Oktober 2024 ini menunjukkan 'buoyant airborne turbine' (BAT) S500 beroperasi di udara guna menghasilkan daya listrik di Provinsi Hubei, China tengah. (Xinhua/Beijing SAWES Energy Technology Co., Ltd.)
Kapal udara buoyant airborne turbine (BAT) yang dikembangkan di dalam negeri oleh China memanfaatkan angin yang lebih kuat dan stabil dari altitudo yang lebih tinggi untuk menghasilkan daya.
Wuhan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kapal udara buoyant airborne turbine (BAT) yang dikembangkan di dalam negeri oleh China pada Kamis (10/10) mencapai rekor ketinggiannya di Provinsi Hubei, China tengah. Kapal udara tersebut memanfaatkan angin yang lebih kuat dan stabil dari altitudo yang lebih tinggi untuk menghasilkan daya.Balon udara S500 yang berisi helium itu naik ke ketinggian 500 meter di atas permukaan tanah di Kota Jingmen, menghasilkan daya dengan tingkat melebihi 50 kW, seperti disampaikan Beijing SAWES Energy Technology Co., Ltd., salah satu pengembang sistem ini.Pengoperasian tersebut memecahkan rekor untuk ketinggian terbang maksimum sekaligus daya yang dihasilkan oleh sebuah turbin udara dengan desain seperti ini, menurut perusahaan itu.Angin pada altitudo tinggi dinilai sebagai sumber energi bersih yang luas dan stabil yang dapat dipanen dengan biaya rendah. Sistem BAT menggunakan sebuah kapal udara yang menyerupai layang-layang untuk menerbangkan generator dan mengirim listrik melalui penambat ke Bumi.Kapal udara S500 dikembangkan oleh perusahaan itu melalui kerja sama dengan beberapa institusi China termasuk Universitas Tsinghua dan Institut Penelitian Informasi Antariksa (Aerospace Information Research Institute) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences)."S500 dikembangkan untuk skenario seperti penyelamatan darurat, survei dan pemetaan, serta keamanan perkotaan. Ketika terjadi gempa bumi atau banjir, (kapal udara) itu dapat segera diluncurkan untuk memastikan pasokan daya di lokasi dan komunikasi," kata Weng Hanke, chief technology officer di perusahaan itu.Weng menambahkan bahwa mereka berencana untuk menguji pembangkitan daya sebesar 100 kW di ketinggian 1.000 meter dengan menggunakan turbin tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China identifikasi reseptor hormon untuk imunoterapi kanker
Indonesia
•
08 Aug 2022

Ilmuwan sebut galaksi Bima Sakti ternyata "lebih ramping" dari perkiraan awal
Indonesia
•
05 Oct 2022

Teknologi cetak 3D hasilkan cetakan beresolusi tinggi berskala milimeter dalam waktu 0,6 detik
Indonesia
•
14 Feb 2026

Peneliti uraikan alasan makhluk hidup hanya warisi mitokondria induk betina
Indonesia
•
18 Jul 2024


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
