AI diproyeksi hasilkan 680 miliar dolar AS untuk sektor telekomunikasi

Seorang pengunjung berinteraksi dengan sebuah robot anjing pintar di ajang Light of Internet Expo di Wuzhen, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 19 November 2024. (Xinhua/Cai Xiangxin)
Kecerdasan buatan diperkirakan akan menghasilkan hingga 680 miliar dolar AS untuk industri telekomunikasi, namun menuntut pengembangan teknologi AI yang etis dan berkelanjutan.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Selama 15 hingga 20 tahun ke depan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diperkirakan akan menghasilkan hingga 680 miliar dolar AS untuk industri telekomunikasi, kata John Hoffman, CEO Global System for Mobile Communications Association (GSMA) Ltd., pada Rabu (20/11).Hoffman mengutip laporan McKinsey saat menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di acara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Wuzhen Konferensi Internet Dunia (World Internet Conference/WIC) 2024 yang diadakan di Provinsi Zhejiang, China timur.Hoffman menyebut bahwa AI muncul sebagai kekuatan yang tangguh dengan potensi untuk mengubah bisnis dan masyarakat dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.Sekitar 81 persen operator telekomunikasi di seluruh dunia saat ini sedang menguji solusi AI generatif, dan "operator-operator China menjadi salah satu yang terdepan dalam hal ini, dengan investasi yang besar, dukungan pemerintah yang kuat, serta lanskap teknologi yang berkembang pesat," ujar Hoffman."China Mobile, China Telecom, dan China Unicom telah membuat lompatan besar dalam penelitian dan penerapan AI, dengan solusi-solusi yang mentransformasi layanan publik, rantai pasokan, dan perawatan kesehatan," ujarnya.Sebagai contoh, sebuah platform layanan komputasi pintar telah diluncurkan di China barat laut untuk membantu upaya pengendalian banjir setempat, sementara basis data AI di barat daya negara itu didedikasikan untuk melindungi dan mengembangkan keanekaragaman budaya.Di seluruh dunia, lebih dari 150 juta orang dapat meningkatkan taraf hidup mereka melalui solusi mahadata seluler (mobile big data) dan AI dalam lima tahun ke depan, ungkap Hoffman.Menyoroti bahwa penggunaan AI tidak hanya menghadirkan peluang tetapi juga tanggung jawab, Hoffman menyerukan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan teknologi AI yang etis dan berkelanjutan.Mengusung tema ‘Merangkul Masa Depan Digital yang Berfokus pada Manusia dan Berbasis Kecerdasan Buatan, Membangun Komunitas dengan Masa Depan Bersama di Dunia Maya’ (Embracing a People-centered and AI-for-good Digital Future – Building a Community with a Shared Future in Cyberspace), KTT Wuzhen Konferensi Internet Dunia tahun ini dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (22/11).*1 dolar AS = 15.816 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Dampak kebijakan tarif AS, ICP Februari turun jadi 74,29 dolar AS/barel
Indonesia
•
13 Mar 2025

Produksi batu bara di Shanxi China naik 8,9 persen pada Januari-November
Indonesia
•
21 Dec 2022

Pemerintah targetkan ‘lifting’ minyak 1 juta barel per hari pada 2030
Indonesia
•
15 Sep 2020

Kemendag terbitkan aturan tentang kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Eropa
Indonesia
•
30 Oct 2021
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
