
Hilang saat operasi penyitaan senjata Iran, 2 personel Navy SEAL AS dinyatakan tewas

Foto yang diabadikan pada 11 Januari 2024 ini menunjukkan kapal dhow yang diduga melakukan pengangkutan suku cadang senjata Iran untuk memasok kembali pasukan Houthi di Yaman dan ditangkap oleh pasukan Komando Pusat Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di lepas pantai Somalia. (Kredit foto: Komando Pusat AS)
Kedua personel Navy SEAL tersebut dilaporkan hilang saat mengikuti operasi militer AS pada 11 Januari di lepas pantai Somalia untuk menyita apa yang disebut sebagai suku cadang senjata Iran di atas sebuah kapal dhow.
Washington, AS (Xinhua) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam sebuah pernyataan pada Senin (22/1) menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua personel pasukan khusus Angkatan Laut AS atau Navy SEAL, yang dikonfirmasi tewas pada hari sebelumnya setelah hilang selama berhari-hari dalam sebuah operasi di perairan dekat Afrika Timur untuk menyita senjata Iran.Biden mengatakan dalam pernyataannya bahwa dia dan istrinya, Jill Biden, "berduka cita atas kematian tragis dua personel terbaik Navy SEAL Amerika yang hilang di laut saat menjalankan misi di lepas pantai Afrika Timur pekan lalu."Kematian dua personel Navy SEAL tersebut dikonfirmasi pada Ahad (21/1) oleh Komando Pusat (CENTCOM) AS, yang mengatakan dalam sebuah siaran pers bahwa setelah 10 hari "pencarian yang mendalam," kedua personel militer tersebut "belum ditemukan dan statusnya telah diubah menjadi meninggal."Kedua personel Navy SEAL tersebut dilaporkan hilang saat mengikuti operasi militer AS pada 11 Januari di lepas pantai Somalia untuk menyita apa yang disebut sebagai suku cadang senjata Iran di atas sebuah kapal dhow.Militer AS mengklaim bahwa kapal dhow tersebut membawa "komponen rudal balistik dan rudal jelajah" untuk dipasok ke kelompok militan Houthi di Yaman, yang kemudian akan menggunakannya untuk menyerang kapal-kapal komersial internasional yang berlayar melintasi Laut Merah.Kapal dhow itu akhirnya ditenggelamkan oleh pasukan Angkatan Laut AS, dengan 14 awaknya sedang menunggu disposisi, ungkap CENTCOM dalam rilis sebelumnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran dukung upaya gencatan senjata pemerintah Lebanon
Indonesia
•
18 Nov 2024

Trump ancam gunakan dana Iran untuk ganti rugi kerusakan kapal dan muatan
Indonesia
•
24 Jul 2026

Paranoia politik rusak momentum hubungan China-AS
Indonesia
•
28 Dec 2023

Hamas tegaskan tidak akan mundur sampai Negara Palestina diakui
Indonesia
•
03 Aug 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
