
Kepala iklim PBB sebut langkah untuk mundur dari kerja sama iklim akan rugikan ekonomi AS

Para aktivis iklim berpartisipasi dalam aksi protes di New York, Amerika Serikat, pada 29 Oktober 2022. (Xinhua/Michael Nagle)
Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik diri dari Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) akan menurunkan keamanan dan kemakmuran AS.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik diri dari Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) akan menurunkan keamanan dan kemakmuran AS, demikian disampaikan Sekretaris Eksekutif UNFCCC Simon Stiell pada Kamis (8/1)."Di saat semua negara lain melangkah maju bersama, langkah mundur terbaru dari kepemimpinan global, kerja sama iklim, dan ilmu pengetahuan ini hanya akan merugikan ekonomi, pekerjaan, dan standar hidup AS, seiring kebakaran hutan, banjir, badai dahsyat, dan kekeringan menjadi semakin parah," ujar Stiell dalam sebuah pernyataan.Presiden AS Donald Trump pada Rabu (7/1) menandatangani sebuah memorandum yang memerintahkan penarikan negaranya dari 66 organisasi internasional, termasuk kerangka kerja iklim PBB.Stiell memperingatkan bahwa keputusan tersebut akan membebankan biaya yang sangat tinggi pada rumah tangga dan bisnis Amerika. "Ini berarti energi, makanan, transportasi, dan asuransi yang semakin tidak terjangkau bagi rumah tangga dan bisnis Amerika, seiring energi terbarukan menjadi semakin murah dibanding bahan bakar fosil, seiring bencana yang dipicu iklim menghantam tanaman, bisnis, dan infrastruktur Amerika dengan lebih keras setiap tahunnya, dan seiring volatilitas minyak, batu bara, dan gas memicu lebih banyak konflik, ketidakstabilan regional, dan migrasi paksa," ujarnya.Stiell juga memperingatkan soal berkurangnya lapangan kerja di bidang manufaktur di Amerika, seiring "setiap perekonomian besar lainnya meningkatkan investasi energi bersihnya, yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan keamanan energi."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pusat komersial di Saudi buka 24 jam-tujuh hari sepekan
Indonesia
•
30 Dec 2019

Menlu China tegaskan negaranya dorong perundingan damai terkait isu Ukraina
Indonesia
•
19 Feb 2024

UNICEF: Hampir 23 juta warga Afghanistan butuh bantuan kemanusiaan pada 2025
Indonesia
•
17 Feb 2026

Warga Australia rugi miliaran dolar akibat penipuan kartu kredit
Indonesia
•
24 Mar 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
