China perluas kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional saling menguntungkan

Foto dari udara yang diabadikan pada 21 Juni 2022 ini menunjukkan Zona Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Percontohan (Shanghai) China yang berlokasi di Shanghai, China timur . (Xinhua/Fang Zhe)
Kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional menjadi komitmen China selama lima tahun terakhir, guna memberikan hasil yang saling menguntungkan.
Beijing, China (Xinhua) – Selama lima tahun terakhir, China tetap berkomitmen untuk semakin membuka diri kepada dunia serta memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional guna memberikan hasil yang saling menguntungkan, demikian menurut sebuah laporan kerja pemerintah negara tersebut.Menanggapi perubahan di lingkungan eksternal, China menerapkan strategi keterbukaan yang lebih proaktif serta berupaya meningkatkan reformasi dan pembangunan dengan keterbukaan yang berstandar tinggi, urai laporan yang diserahkan pada Ahad (5/3) kepada badan legislatif nasional negara itu untuk dibahas.Selama lima tahun terakhir, impor dan ekspor China tetap stabil, kualitasnya pun semakin ditingkatkan, menurut laporan itu.China mengembangkan bentuk-bentuk perdagangan luar negeri baru, membangun 152 zona percontohan baru yang terintegrasi untuk e-commerce lintas perbatasan, serta mendukung pembangunan gudang di luar negeri, sebut laporan.Tingkat tarif secara keseluruhan turun dari 9,8 persen menjadi 7,4 persen selama kurun lima tahun tersebut, imbuh laporan.China memajukan uji coba pengembangan perdagangan jasa yang inovatif di seluruh bidang dan menerapkan daftar negatif untuk perdagangan jasa lintas perbatasan, lanjut laporan.China mengambil langkah proaktif dan efektif dalam memanfaatkan investasi asing, imbuh laporan itu. Total 21 zona perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) percobaan telah didirikan di China, dan berbagai upaya terus dilakukan dalam pembangunan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan.China mendorong kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra yang berkualitas tinggi, sebut laporan. Impor dan ekspor antara China dan negara-negara Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra lainnya meningkat 13,4 persen secara tahunan. Pertukaran serta kerja sama antara China dan negara-negara tersebut pun membukukan kemajuan yang stabil di berbagai bidang.Selama lima tahun terakhir, enam perjanjian perdagangan bebas baru ditandatangani atau ditingkatkan, dan pangsa perdagangan dengan mitra-mitra perdagangan bebas China pun naik dari 26 persen menjadi sekitar 35 persen dari total volume perdagangan China, tunjuk laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

PT Vale bangun pabrik pengolahan nikel di Morowali Sulawesi Tengah
Indonesia
•
08 Nov 2021

Iran sebut kurangi pengaruh dolar AS minimalkan dominasi Barat atas ekonomi global
Indonesia
•
11 Apr 2023

Meksiko tawarkan alternatif pengganti kenaikan tarif barang Meksiko kepada AS
Indonesia
•
26 Jul 2025

Kekhawatiran krisis pasokan mereda, harga minyak lanjut turun di Asia
Indonesia
•
25 Mar 2022
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
