
Pakar energi Denmark: Kerja sama transisi hijau dengan China punya potensi besar

Menteri Transportasi Denmark Trine Bramsen (kiri) berpartisipasi dalam uji coba kendaraan ramah lingkungan berbahan bakar metanol listrik (e-methanol) buatan China di Aalborg, Denmark, pada 28 Maret 2022. (Xinhua/Lin Jing)
Kerja sama transisi hijau antara China dan Denmark diperkuat dengan keahlian Denmark dalam energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan, serta komitmen China untuk bertransisi ke ekonomi yang lebih hijau atau ramah lingkungan.
Kopenhagen, Denmark (Xinhua) – Seorang pakar energi Denmark menyoroti potensi besar dari transisi hijau di China, mengungkapkan keyakinannya atas upaya negara tersebut dalam mengembangkan energi terbarukan.China dan Denmark telah mengidentifikasi energi dalam transisi hijau sebagai bidang utama untuk kerja sama. Dengan keahlian Denmark dalam energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan, serta komitmen China untuk bertransisi ke ekonomi yang lebih hijau atau ramah lingkungan, kedua negara itu dapat bekerja sama untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan, ujar Jens Hein, Kepala Seksi China di Badan Energi Denmark (Danish Energy Agency/DEA).Dia mengatakan bahwa Denmark dan China telah bekerja sama dalam bidang energi terbarukan selama beberapa tahun."China telah melakukannya dengan sangat baik dalam hal energi terbarukan. Namun, dalam jangka panjang, apa yang Anda butuhkan untuk membuka potensi energi terbarukan tersebut adalah mengintegrasikannya ke dalam sistem energi Anda," ujar Hein.Dengan China yang memperkenalkan kapasitas pembangkit listrik tenaga angin dalam jumlah besar, Hein menekankan pentingnya memastikan kualitas energi terbarukan, serta integrasinya ke dalam sistem energi negara itu.
Sebuah pompa metanol terlihat di Aalborg, Denmark, pada 28 Maret 2022. Perusahaan China Geely memulai uji coba kendaraan ramah lingkungan berbahan bakar metanol listrik (e-methanol) di Pelabuhan Aalborg, Denmark, pada 28 Maret 2022. (Xinhua/Lin Jing)
Foto yang diabadikan pada 12 Juni 2012 ini menunjukkan '8 Tallet', sebuah desa ramah lingkungan beratap hijau di Kopenhagen, ibu kota Denmark. (Xinhua/Zhou Lei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Produsen kereta China produksi LRT energi baru pertama untuk Argentina
Indonesia
•
07 Jun 2023

Jalur kereta cepat yang beroperasi pada suhu sangat rendah angkut 670 juta penumpang dalam 10 tahun
Indonesia
•
04 Dec 2022

Proyek ExxonMobil senilai 10 miliar dolar AS catat kemajuan di China selatan
Indonesia
•
16 Feb 2023

Mesir dan UEA sepakati perjanjian swap mata uang
Indonesia
•
01 Oct 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
