
COP29 capai paket kesepakatan iklim global

Foto yang diabadikan pada 14 November 2024 ini menunjukkan pemandangan pesisir Laut Kaspia di Baku, ibu kota Azerbaijan. (Xinhua/Cao Yang)
Kesepakatan iklim COP29 mencakup sejumlah keputusan mengenai Sasaran Kuantifikasi Kolektif Baru (New Collective Quantified Goal/NCQG) untuk pendanaan iklim dan isu-isu yang terkait dengan mekanisme pasar karbon global di bawah Pasal 6 Perjanjian Paris.
Baku, Azerbaijan (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah paket kesepakatan iklim dicapai pada Ahad (24/11) pagi dalam sesi ke-29 Konferensi Para Pihak dalam Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (COP29).Kesepakatan itu mencakup sejumlah keputusan mengenai Sasaran Kuantifikasi Kolektif Baru (New Collective Quantified Goal/NCQG) untuk pendanaan iklim dan isu-isu yang terkait dengan mekanisme pasar karbon global di bawah Pasal 6 Perjanjian Paris.Kesepakatan itu menetapkan target-target pendanaan iklim pasca-2025, termasuk pendanaan tahunan sebesar sedikitnya 300 miliar dolar AS dari negara-negara maju dan target pendanaan iklim yang lebih luas, yakni sedikitnya 1,3 triliun dolar AS per tahun pada 2035 untuk mendukung aksi iklim di negara-negara berkembang.Pengaturan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi negara-negara berkembang untuk melaksanakan aksi iklim dan mengajukan putaran baru kontribusi yang ditentukan secara nasional pada tahun depan.Hampir 200 pihak juga berhasil memecahkan kebuntuan selama bertahun-tahun terkait negosiasi multilateral, lewat pencapaian konsensus mengenai mekanisme pasar karbon internasional di bawah Pasal 6 Perjanjian Paris. Hal ini menandai rampungnya aturan penerapan mekanisme pasar itu di bawah Pasal 6 dan menyelesaikan isu terakhir yang tertunda dalam Perjanjian Paris.Selain itu, konferensi tersebut juga mencapai keputusan dalam berbagai isu, termasuk mekanisme perdagangan karbon, implementasi hasil-hasil Global Stocktake, program kerja mitigasi, dan tujuan adaptasi global.
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2024 ini menunjukkan sebuah taman lahan basah di wilayah Weishan yang terletak di Kota Jining, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Guo Xulei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Mesir dan Palestina bertemu, bahas konflik Gaza dan isu Palestina
Indonesia
•
09 Jan 2024

Prancis dilanda karhutla terburuk 2026, hampir 100.000 hektare lahan hangus
Indonesia
•
26 Jul 2026

Terbelit kasus Epstein, mantan presiden Harvard akan berhenti mengajar
Indonesia
•
26 Feb 2026

Tajuk Xinhua: China targetkan pertumbuhan lebih cepat dan berkualitas di tengah modernisasi (Bagian 2 - selesai)
Indonesia
•
09 Mar 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
